Tiga Penguji UPN Veteran Yogyakarta Ikuti ToT Penyegaran Dewan Pers di Bekasi

Para peserta Training of Trainer (ToT) Penyegaran Penguji UKW Tahun 2023 yang digelar Dewan Pers di Aston Imperial Hotel Bekasi, Jawa Barat, Jumat-Sabtu (24-25/11/2023). (Foto: J5NEWSROOM.COM)
Para peserta Training of Trainer (ToT) Penyegaran Penguji UKW Tahun 2023 yang digelar Dewan Pers di Aston Imperial Hotel Bekasi, Jawa Barat, Jumat-Sabtu (24-25/11/2023). (Foto: J5NEWSROOM.COM)

Pertama, EKSTRIM. Yaitu, pemilik medianya juga merangkap sebagai ketua partai politik. Kedua, STRONG. Yaitu, pemimpin media yang juga menjadi pengurus partai. Ketiga, MEDIUM. Yaitu, orang yang duduk di struktur media jadi anggota dewan. Keempat, WEAKNESS. Yaitu, wartawan tapi menjadi pengurus atau anggota parpol.

“Indikator demokrasi itu hanya ada tiga, kesetaraan, kebebasan dan kesejahteraan. Dari kebebasan berekpresi, lalu lahirlah UU No. 40 tahun 1999. Setiap warga negara berhak mendirikan perusahaan pers. Ini bicara norma hukum, tapi hukum yang baik, ketika ditelurkan dalam undang-undang, bisa saja, sistem hukumnya tidak pas,” papar Ninik yang merasa gembira karena Dewan Pers selalu ditemani oleh konstituen.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, anggota Dewan Pers dan Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi Paulus Tri Agung Kristanto menyampaikan apresiasi kepada teman-teman di Komisi Pendidikan Dewan Pers yang hampir setahun menyiapkan revisi dan pengayaan materi UKW.

“Tim ini dipimpin oleh Dr. Suprapto bersama dengan teman-teman tenaga ahli di Komisi Pendidikan. Juga ada Prof Marah Sakti Siregar, H. Nasir, Rahmad Hidayat (RCTI), AJI, PWI, SPS, JMSI, ATVSI, AMSI, PFI. Semua terlihat dalam Menyusun standar kompetensi wartawan yang baru ini,” ujar wartawan senior Harian Kompas yang akrab disapa Tra itu.

Ditambahkan Tra, selain 50 orang penguji dari 18 LU-UKW yang hadir langsung di Hotel Aston, ada juga beberapa penguji yang mengikuti kegiatan ini melalui zoom. “Ada 24 lembaga uji yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses revisi materi uji UKW ini. Yang melihat, bukan hanya dari kebutuhan praktis hari ini, tapi juga melihat ke depan, kontribusi AI (Artificial Intelligence), misalnya,” ungkap Tra.

Kemudian, anggota Dewan Pers dan Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri Totok Suryanto mengungkapkan, saat ini tuntutan terhadap kualitas wartawan profesional semakin besar.

“Saya seringkali ke daerah dan luar negeri, saya lihat ada kegalauan di dunia ini, bahwa begitu banyaknya prilaku dan kejahatan yang menghancurkan kepercayaan masyarakat kepada pers,” ungkap Wakil Pemimpin Redaksi TV One itu.

Saat ini, lanjut Totok, mulai ada narasumber yang menghindari ketemu waratawan, karena banyaknya penyimpangan dan tindakan tidak profesional wartawan. Karena itu, melalui pertemuan ini, para penguji yang berlevel guru, ini adalah ujian besar bagi menjaga kepercayaan masyarakat kepada wartawan di Indonesia.

“Saya pernah mengumpulkan para kepala sekolah, kepala rumah sakit, mereka mengeluhkan tingkah laku wartawan. Salah satunya, pemerasan,” ungkap Totok.

Selain materi pangayaan, dalam ToT ini Dewan Pers juga menghadirkan Nicolas Indra Nurpatria, psikolog dari Universitas Atma Jaya Jakarta. Para penguji UKW yang hadir antusias mengikuti paparan Nico yang juga seorang Penguji pelbagai profesi non pers.

Ada sejumlah pesan penting yang disampaikannya kepada para Penguji. Salah satunya agar betapa pun dekat dan akrabnya penguji dengan peserta UKW, penguji harus selalu bisa menjaga jarak (distance) dengan peserta uji. Sampai akhirnya dapat memutuskan dengan lugas hasil penilaiannya yang jujur dan obyektif.

Total Views: 664

Pos terkait