Warga Karimun Keluhkan Penyaluran LPG, Zaizulfikar Soroti SPBE yang Belum Beroperasi Akibat Kelistrikan

Sejumlah warga antre membeli gas elpiji (LPG) 3 kilogram bersubsidi di sebuah pangkalan di Tanjung Balai Karimun, Senin (7/11/2023). (JurnalTerkini.id/Yogi)
Sejumlah warga antre membeli gas elpiji (LPG) 3 kilogram bersubsidi di sebuah pangkalan di Tanjung Balai Karimun, Senin (7/11/2023). (JurnalTerkini.id/Yogi)

Boi juga turut menyoroti belum beroperasinya SPBE yang berlokasi di Sememal Pasir Panjang yang menjadi harapan warga Karimun.

“SPBE di Sememal jika beroperasi akan mengatasi persoalan gas di Karimun ini, tapi nyatanya masih ada kendala untuk beroperasi,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
Anggota DPRD Karimun sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Karimun Zaizulfikar (JurnalTerkini.id/Yogi)
Anggota DPRD Karimun sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Karimun Zaizulfikar (JurnalTerkini.id/Yogi)

Adapun penyebab belum beroperasinya SPBE itu karena masalah kelistrikan yang seharusnya disuplai oleh PT Soma Daya Utama selaku pemasok listrik sektor industri.

Sementara kondisi perusahaan yang sudah mulai pembangunannya sejak 2019 itu, hingga saat ini belum bisa menyuplai pasokan listrik..

“PT Soma perjanjiannya carut marut saya bilang, terus terang saja. Jangan sebentar iya sebentar tidak, tidak ada jaminan kepastian dan tidak ada ketegasan pemerintah dalam hal ini,” kata Boi.

Atas lambannya PT Soma Daya Utama, Boi meminta agar mereka menyerahkan suplai kelistrikan kepada PLN yang dinilai lebih mampu.

“Bukan PLN kita tidak mampu, mampu. Selesai itu jika PLN bisa masuk, mereka lebih juga sekarang listriknya. Jadi, ketegasan yang kita minta, ketegasan pemerintah,” ucapnya (yra)

Total Views: 521

Pos terkait