“Pertahanan yang akan dilakukan Hamas di kawasan perkotaan yang sangat padat, yang belum pernah kita saksikan dalam beberapa tahun terakhir, akan membutuhkan pertempuran yang sangat sengit dan sekaligus berusaha memastikan Israel tidak akan, secara tidak sengaja menarget lokasi para sandera tersebut,” katanya.
Jenderal Abrams juga menguraikan hal-hal yang perlu diselesaikan setelah konflik militer berakhir.
“Hamas didirikan karena tidak adanya negara Palestina yang terpisah, sebuah solusi dua negara seperti yang dibicarakan banyak orang. Itu harus ada dalam pembahasan mengenai bagaimana akhir dari konflik ini, hal ini harus menjadi bagian (pembahasan),” tambahnya.
Sementara itu, Badan Pengungsi Palestina (PBB) pada Minggu menyuarakan kekhawatirannya bahwa serbuan orang-orang terhadap gudang bantuan di Gaza merupakan tanda mulai rusaknya tatanan sipil.
Peringatan PBB itu disampaikan ketika Paus Fransiskus memperbarui seruan bagi sebuah gencatan senjata di Gaza dan pembebasan para sandera, yang banyak di antaranya diyakini memiliki kewarganegaraan ganda. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam






