“Baju yang saya pakai ini baju putih ini, ini baju yang pada lima tahun lalu saya siapkan untuk dipakai mendaftar ke KPU, tapi tidak jadi. Akhirnya baju ini saya titipkan ke Ibu saya di Madura, dan ketika saya mendapat pesan bahwa kemungkinan besar saya akan dibawa dalam pencapresan melalui koalisi PDIP, PPP, Partai Hanura dan Perindo tanggal 16 kemarin, saya sowan ke Ibu untuk mengambil yang tidak jadi dipakai ke KPU lima tahun lalu. Sekarang saya pakai ke KPU pada hari ini. Dan ternyata masih muat. Badan saya masih sama seperti dulu, “ kata Mahfud.
Pada kesempatan yang sama, Megawati Soekarnoputri juga meminta restu dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia untuk mendukung pasangan tersebut. Ia mengatakan bahwa keduanya merupakan figur pemimpin yang tepat untuk membawa Indonesia lebih baik ke depan.
“Kami mohon doa kepada seluruh rakyat Indonesia terhadap pasangan Ganjar-Mahfud. Keduanya menggelorakan harapan baru bagi rakyat Indonesia. Keduanya akan mempercepat kemakmuran dan daya unggul bangsa. Keduanya telah satu komitmen dalam menegakkan keadilan. Ganjar dan Mahfud dikenal jujur , bersih, berpengalaman lengkap dengan kualitas kepemimpinan yang mumpuni. Kepada mereka berdua harapan baru Indonesia raya diletakkan dan supaya nyata,” ungkap Mega.
Ia pun berharap KPU dapat menjalankan tugasnya dengan baik sehingga tercipta pemilihan umum (pemilu) yang berjalan dengan lancar.
“Kami berharap agar pemilu benar-benar dapat dilaksanakan dengan lebih demokratis, jujur, adil, langsung , umum bebas dan rahasia serta menempatkan rakyat sebagai pemenang kedaulatan tertinggi di dalam menentukan pemimpin nasionalnya secara bebas dan merdeka,” tegas Mega.
Ketua KPU Hasyim Asyari memaparkan bahwa dokumen yang diserahkan baik oleh Anies-Muhaimin maupun oleh Ganjar-Mahfud sudah lengkap. Selanjutnya pihak KPU akan melakukan verifikasi pada dokumen tersebut. Kedua pasangan capres dan cawapres tersebut dijadwalkan akan melakukan tes kesehatan di RSPAD Gatot Subroto yakni Anies-Muhaimin pada Sabtu (21/10) dan Ganjar-Mahfud pada Minggu (22/10). [voa]
Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam





