
Saya kira itu punya ketentuan dan peraturan, mereka kita tunjuk sebagai direktur tentunya ada mekanismenya
Karimun, JurnalTerkini.id – Fraksi Partai Hanura DPRD Kabupaten Karimun meminta kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dievaluasi karena kontribusi untuk pendapatan asli daerah banyak tidak memenuhi target.
Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Hanura Ady Hermawan, dalam rapat paripurna dengan agenda Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2019, Selasa (30/6/2020) di Gedung Balai Rong Sri DPRD Karimun.
“Para direktur BUMD kinerjanya kurang, karena banyak tidak memenuhi target,” ujar Ady Hermawan usai rapat paripurna di ruang Komisi I DPRD Karimun.
Ady Hermawan mengatakan, Fraksi Hanura menyarankan kinerja BUMD dievaluasi karena rendahnya pendapatan asli daerah dari kekayaan darah yang dipisahkan.
“Pendapatan hasil kekayaan daerah yang dipisahkan hanya 43,86 persen dari Rp5,6 miliar, atau hanya didapat oleh BUMD sebesar Rp2,4 miliar,” Kata Ady.
Ady menjelaskan, saat menggelar hearing dengan BUMD, para direktur selalu menyatakan mampu memberi kontribusi untuk daerah sesuai target.
“Ada 4 BUMD saat hearing, ditanya berapa mampunya memberi kontribusi ke daerah, mereka menyatakan bisa sekian dan sekian. Namun, pada kenyataannya tidak memenuhi target,” jelasnya.





