Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) membeberkan hasil evaluasi terhadap tim beregu putra dan putri bulutangkis usai menelan pil pahit di ajang Asian Games 2022. Keduanya sama-sama tersisih di babak perempatfinal.
Tim beregu putri dikalahkan tuan rumah Tiongkok dengan skor 0-3, disusul kekalahan 1-3 tim beregu putra dari Korea dalam laga di Binjiang Gymnasium, Hangzhou, Tiongkok, Jumat (29/9/2023).
“Memang sangat disayangkan ya, kita tidak bisa melangkah ke babak selanjutnya. Terutama di beregu putra yang di atas kertas bisa melaju ke semifinal tapi kena tekanan yang tidak bisa diatasi,” ungkap Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny dikutip dari laman pbsi.id, Minggu (1//10/2023.
Rionny mengatakan hasil itu tentu tidak memuaskan dan tidak sesuai harapan. Namun demikian dia meminta kepada seluruh pemain untuk tidak larut dalam kekalahan.
“Saya langsung meminta anak-anak untuk menjadikan ini sebagai pelajaran besar dan motivasi agar tidak terulang di nomor perorangan nanti,” katanya.
Di beregu putri, Rionny mengakui bahwa lawan lebih berpengalaman tapi perjuangan keras sudah diberikan Gregoria, Apri/Fadia dan Putri KW.
“Gregoria memang beban terlalu berat kalau saya lihat jadi kurang bisa bermain lepas. Dia juga merasa tidak puas dengan penampilannya,” terang Rionny.
Sedangkan ganda putri Apri/Fadia dan tunggal putri Putri Kusumwardani, menurut dia sudah berjuang maksimal. “Walau kalah tapi ini harus menjadi keyakinan bahwa sebenarnya kemampuan mereka sudah seimbang, sudah satu level. Hanya kalah pengalaman,” tutur Rionny.
Bergeser ke beregu putra, kelengahan dan bermain kurang yakin menurut Rionny menjadi faktor penyebab kekalahan Vito cs.
“Di beregu putra start kita sudah baik. Anthony (Sinisuka Ginting) bisa mengatasi tekanan di partai pertama. Fajar/Rian juga bermain apik di pembuka laga, sayang memang di gim kedua ada kesempatan-kesempatan untuk menyelesaikan pertandingan tapi malah terlalu terburu-buru,”





