KTT ASEAN Resmi Dibuka, Presiden Tegaskan ASEAN Solid

Presiden RI, Joko Widodo saat pembukaan KTT ASEAN ke-43 pada Selasa (5/9) di Jakarta. Joko Widodo mengatakan bahwa meski memiliki perbedaan pendapat, ASEAN harus tetap bersama sebagai kesatuan. (Photo: Courtesy/ASEAN)
Presiden RI, Joko Widodo saat pembukaan KTT ASEAN ke-43 pada Selasa (5/9) di Jakarta. Joko Widodo mengatakan bahwa meski memiliki perbedaan pendapat, ASEAN harus tetap bersama sebagai kesatuan. (Photo: Courtesy/ASEAN)

Filipina Akan Pimpin ASEAN pada 2026, Gantikan Myanmar

Krisis politik berdarah di Myanmar dan meningkatnya agresivitas China membayangi pertemuan puncak Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Jakarta.

Upaya ASEAN untuk menyelesaikan krisis di Myanmar telah terhambat, yang telah terperosok ke dalam kekacauan sejak 1 Februari 2021 ketika militer menggulingkan pemerintahan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi yang terpilih secara demokratis. Junta menyetujui perjanjian rencana lima poin yang dibuat oleh ASEAN hanya beberapa bulan setelah kudeta. Rencana itu mencakup segera diakhirinya kekerasan, pembicaraan damai antara junta dan lawan-lawannya, serta pengiriman bantuan kemanusiaan.

Bacaan Lainnya

Namun junta Myanmar gagal menindaklanjuti rencana ASEAN itu. Myanmar bahkan melakukan tindakan keras berdarah terhadap para demonstran anti-kudeta dan serangan udara mematikan terhadap pasukan perlawanan bersenjata yang dibantu oleh beberapa kelompok pemberontak etnis pedesaan yang telah berjuang selama beberapa dekade untuk memperoleh otonomi yang lebih besar.

Kebuntuan ini semakin menurunkan reputasi ASEAN di beberapa kalangan diplomatik sebagai entitas yang tidak relevan, dan semakin memecah belah negara-negara anggota mengenai strategi blok itu. Junta dilarang menghadiri semua pertemuan tingkat tinggi, tetapi para pejabat dari Thailand mengadakan pembicaraan tatap muka dengan para pemimpin junta pada bulan Juli.

Namun para pemimpin pada hari Selasa sepakat untuk mencabut kepemimpinan Myanmar di ASEAN pada tahun 2026 dan memberikannya kepada Filipina.

KTT hari Selasa ini diadakan beberapa hari setelah China memperkenalkan peta maritim baru yang menguraikan klaimnya atas sebagian besar Laut China Selatan, sehingga memperburuk ketegangan dengan negara-negara tetangganya di Asia Tenggara, termasuk negara-negara yang memiliki klaim teritorial yang tumpang tindih dengan China.

Wakil Presiden AS Kamala Harris menggantikan Presiden Joe Biden untuk menghadiri KTT ASEAN minggu ini, serta forum regional yang lebih luas yang akan mencakup China, Rusia, India, dan Jepang. [voa]

Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam

Total Views: 529

Pos terkait