Digitalisasi Naskah Kuno: Mengabadikan Tulisan-Tulisan dari Abad Silam

Preservasi naskah sebelum dilakukan pemotretan. (Foto: Courtesy/Komunitas Jangkah Nusantara)
Preservasi naskah sebelum dilakukan pemotretan. (Foto: Courtesy/Komunitas Jangkah Nusantara)

Teknologi Terkini Dimanfaatkan

Naskah-naskah kuno yang telah didigitalisasi akan diunggah ke situs Wikimedia Commons, sebagai repositori berkas multimedia yang bebas dan terbuka. Jika telah terdokumentasi dengan baik, masyarakat dapat memanfaatkan hasil digitalisasi manuskrip dari Yogyakarta ini.

“Selain disimpan secara daring, naskah-naskah yang telah diunggah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai korpus dataset untuk pengembangan Optical Character Recognition (OCR) berbasis intelegensi buatan atau artificial intelegent,” papar Ilham Nurwansah, Wikimedian in Residence yang menjadi salah satu motor program ini.

Bacaan Lainnya

Tujuan dari langkah ini adalah membantu mempercepat proses pembacaan naskah ke dalam format karakter digital di masa yang akan datang.

Karena peran masyarakat sangat penting dalam upaya sosialisasi kandungan naskah-naskah kuno, maka diselenggarakan pula workshop transkripsi. Ini adalah kegiatan penyalinan naskah secara digital dengan mengetikkan aksara Jawa melalui platform Wikisumber atau Wikisource Bahasa Jawa.

“Komunitas masyarakat dilibatkan untuk mentranskripsi naskah Jawa yang telah didigitalisasi ke dalam format teks dalam aksara Jawa digital,” tambah Ilham Nurwansah.

Seluruh upaya ini merupakan rangkaian panjang preservasi naskah melalui metode digitalisasi ke dalam format baru dengan pendekatan urun daya komunitas.

“Program digitalisasi naskah umumnya selesai pada tahap pengunggahan atau penyediaan gambar secara daring. Namun lebih dari itu, Wikisource Loves Manuscripts mengolah secara langsung hasil digitalisasi melalui proses transkripsi aksara secara daring dan terstruktur,” imbuh Ilham.

Dia juga menegaskan, masyarakat dan komunitas dilibatkan langsung untuk urun daya mengolah hasil digitalisi manuskrip, serta merawat warisan budaya dengan cara yang lebih kekinian.

“Hasilnya, diharapkan dapat digunakan sebagai bahan awak pengembangan analisis naskah berbasis kecerdasan buatan,” tambahnya.

Total Views: 1439

Pos terkait