Digitalisasi Naskah Kuno: Mengabadikan Tulisan-Tulisan dari Abad Silam

Preservasi naskah sebelum dilakukan pemotretan. (Foto: Courtesy/Komunitas Jangkah Nusantara)
Preservasi naskah sebelum dilakukan pemotretan. (Foto: Courtesy/Komunitas Jangkah Nusantara)

“Tim katalogisasi melakukan pendataan bahan pustaka seperti penentuan judul, pengarang, subyek, dan atribut lain yang relevan dari suatu bahan pustaka agar dapat diakses dan ditemukan dengan mudah,” papar Bagus.

Tim digitalisasi dan dokumentasi, lanjut Bagus, akan mendigitalisasi manuskrip-manuskrip dengan menggunakan teknologi canggih. Proses digitalisasi ini menciptakan salinan elektronik yang akurat dan tahan lama, sehingga memungkinkan akses yang lebih mudah dan meminimalkan resiko kerusakan fisik manuskrip.

Bacaan Lainnya

“Kami mengundang seluruh lapisan masyarakat yang tertarik dan peduli terhadap pelestarian warisan budaya untuk bergabung dalam kegiatan pemeliharaan manuskrip. Dukungan dan partisipasi ini akan membantu kami menjaga kekayaan intelektual ini agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” imbuh Bagus.

Komunitas Jangkah Nusantara Yogyakarta pada misi WILMA ini dipilih oleh PPIM UIN Syarif Hidayatullah dan Wikimedia Foundation untuk menjalankan misi preservasi dan digitalisasi naskah di wilayah DI Yogyakarta.

Komunitas ini merupakan wadah bagi anak muda Yogyakarta yang fokus pada pelestarian dan pemanfaatan naskah kuno. Kerkiprah selama lima tahun terakhir, Komunitas Jangkah Nusantara aktir menggelar diskusi bulanan Jagongan Naskah, pelatihan penerjemahan, penulisan artikel popular atas naskah-naskah kuno, dan program-program penyelamatan naskah-naskah kuno.

Total Views: 1438

Pos terkait