Pembangunan Ibu Kota Nusantara Ancam Orangutan, Lumba-lumba Irrawaddy

Kandang orangutan terlihat di Pusat Suaka Orangutan Arsari yang terletak di dekat ibu kota baru Indonesia (IKN) di Sepaku, Kalimantan Timur, 7 Maret 2023. (REUTERS/Willy Kurniawan)
Kandang orangutan terlihat di Pusat Suaka Orangutan Arsari yang terletak di dekat ibu kota baru Indonesia (IKN) di Sepaku, Kalimantan Timur, 7 Maret 2023. (REUTERS/Willy Kurniawan)

Pembangunan ibu kota baru Nusantara (IKN) di Pulau Kalimantan membuat banyak aktivis lingkungan khawatir.

Pasalnya, menurut mereka, pembangunan itu mengancam habitat fauna endemik di sana, termasuk monyet berhidung panjang yang terancam punah, lumba-lumba Irrawaddy, dan orangutan.

Bacaan Lainnya

Pemerintah memang telah berjanji untuk melindungi satwa liar dan melakukan reboisasi besar-besaran di beberapa bagian ibu kota, yang telah dipasarkan kepada investor sebagai kota yang cerdas dan hijau itu.

Namun para pemerhati lingkungan mewaspadai pembangunan senilai $32 miliar di area seluas hampir 260.000 hektare, hampir empat kali ukuran Singapura itu, pasti akan berdampak signifikan pada lingkungan.

“Kekhawatiran terbesar kami adalah teluk Balikpapan akan berubah menjadi kolam raksasa, tempat limbah sisa dari kegiatan Nusantara,” kata Mappaselle Marie’wawoA, direktur kelompok lingkungan lokal Pokja Pesisir.

Sekitar 400 hektare hutan bakau di sepanjang garis pantai teluk Balikpapan telah dibuka menurut perkiraan kelompok itu, untuk dijadikan pelabuhan batubara dan kilang minyak.

Mappaselle khawatir lebih banyak lagi hutan bakau yang akan dihancurkan ketika jalan tol baru yang menghubungkan Nusantara ke kota terdekat Balikpapan dibangun. Apalagi sebuah sebuah pelabuhan juga akan dibangun khusus untuk kegiatan transportasi bahan bangunan.

Total Views: 497

Pos terkait