Ia juga mengungkapkan, akan memantau perkembangan sapi di dua daerah yang terinfeksi.
“Sapi yang terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) itu ada di Jecamatan Keritang dan Sungai Batang. Tim sudah memantau kesana dan melakukan tindakan isolasi terhadap sapi yang terinfeksi, kita pisahkan dari yang sehat biar yang lain tidak tertular,” jelasnya.
Selain itu juga Ngadiyo menyebutkan, untuk tindakan sapi yang terpapar akan segera diobati, namun menurutnya vaksin PMK belum ada sampai di Kabupaten Indragiri Hilir.
“Iya kita belum ada vaksin PMK di sini, mungkin, menunggu dari Provinsi Riau, tapi kita tidak juga tinggal diam, untuk melaporkan segera ke provinsi meminta bantuan vaksinasi PMK,” ujarnya.





