Keputusan itu merupakan hasil dari pertemuan kelima koperasi dengan pihak perusahaan.
“Kita tetap bertahan agar koperasi tetap mengolah, masalah pengelolaan scrab dari hasil pertemuan hari ini akan ditunda sementara oleh pihak perusahaan. Tetapi kalau ada scrap seperti menganggu jalan di perusahaan, itu kita silahkan untuk dikelola,” kata Rio.
Diketahui, terdapat lima koperasi yang mengelola limbah besi tua atau scrap dari PT KSS. Dari 5 koperasi ini ditunjuk 1 koperasi yakni PT Kharisma. Sehingga, 4 koperasi lainnya sebagai partner kerja PT Kharisma.
Hingga berita ini terbit, pihak PT Karimun Sembawang Karimun Shipyard masih belum bisa dimintai keterangan. (YRA)





