Karimun, JurnalTerkini.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq menyampaikan tiga usulan pembangunan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) 2022 yang digelar di Aula Wan Seri Beni Komplek Perkantoran Pemprov Kepri, Rabu, (30/3/2022).
Bupati Karimun Aunur Rafiq menyampaikan bahwa ketiga usulan pembangunan itu merupakan proyek strategis yang diharapkan masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2023.
Sesuai dengan RPJMD Provinsi Kepulauan Riau 2021-2026 bahwa arah kebijakan pembangunan Kabupaten Karimun yaitu pertma, Pengembangan pelabuhan penumpang domestik di Kabupaten Karimun, kedua, pengembangan Bandara Domestik Raja Haji Abdullah dan ketiga, pembangunan infrastruktur dasar dan penunjang kegiatan industri, pembangunan jalan, jembatan, drainase, air bersih, listrik dan pelabuhan.
Musrenbang Provinsi Kepri 2022 mengusung tema “Peningkatan Ekonomi Melalui Optimalisasi Potensi Daerah dan Pembangunan Infrastruktur serta Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dengan Menjunjung Nilai- Nilai Budaya Melayu dan Nasional”.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan prioritas pembangunan 2023 meliputi optimalisasi potensi perekonomian daerah, pembangunan infrastruktur wilayah, pembangunan manusia yang berkualitas dan berbudaya
“Musrenbang juga sebagai dasar untuk penyusunan RKPD 2023 dengan tujuan terciptanya sinkroniasai dan sinergitas melalui masukan dan usulan masyarakat dalam perencanaan, penganggaran dan pengawasan dalam pembangunan,” kata gubernur..
Dia memaparkan, RPJMD yang dituangkan dalam Musrenbang RKPD ini juga merujuk kepada 7 indikator pembangunan nasional yang telah ditetapkan, antara lain menurunkan angka kemiskinan, menurunkan angka pengangguran, menurunkan angka kematian ibu melahirkan, menurunkan angka kematian bayi, meningkatkan indeks pembangunan manusia baik yang dipengaruhi tiga yakni indeks kesehatan, pendidikan dan daya beli masyarakat, peningkatan pendapatan perkapita yang merefleksikan pertumbuhan ekonomi di daerah, kemudian angka indeks generasio yang tentunya merupakan implementasi kemampuan pemerintah daerah dalam mendistribusikan pertumbuhan ekonomi yang harus dinikmati seluruh masyarakat tentunya di Provinsi kepulauan Riau.
Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Baperlitbang) Provinsi Kepri, Andri Rizal dalam laporannya menyampaikan, Musrenbang sebagai salah satu tahapan proses pembangunan daerah yang wajib dilakukan sesuai arahan pemerintah pusat.
“Bahwa 7 Kabupaten/Kota di Kepri juga telah selesai melaksanakan Musrenbang,” sebutnya.
Dia juga menyampakan terdapat 277 peserta yang hadir secara langsung, dan 985 peserta hadir secara virtual, baik dari provinsi, kabupaten, intansi vertikal, organisasi provinsi, tokoh agama, adat, dan lainnya. (red/rls)
Baca juga: Bupati Karimun Persilahkan Pedagang Berjualan Asal Tidak dalam Skala Besar










