Karimun (Jurnal) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Karimun di bawah kepemimpinan Indra Santo, tahun ini memberikan kontribusi untuk pendapatan asli daerah (PAD) yang cukup signifikan.
PDAM Tirta Karimun pada tahun ini menyetor Rp200 juta untuk PAD, naik cukup besar dibandingkan pada 2017 yang hanya sebesar Rp69 juta.
“Tahun ini sudah ada kemajuan dibandingkan pada 2018 sama sekali belum meraih keuntungan. Tapi tahun ini sudah bisa setor Rp200 juta ke kas daera,” kata Direktur PDAM Tirta Karimun Indra Santo di Tanjung Balai Karimun, Jumat.
Kenaikan setoran untuk PAD tersebut merupakan imbas dari penyesuaian tarif air yang mengacu pada SK Bupati Karimun No 692 pada 2018, yang intinya penyesuaian tarif air berdasarkan lima golongan, yaitu golongan sosial ada dua golongan sosial umum dan khusus, golongan non-niaga dan golongan niaga yang terbagi niaga kecil dan besar.
Indra mengatakan pencapaian tersebut sudah disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) kepada Bupati Karimun selaku kepala pemerintahan yang memiliki saham di PDAM Tirta Karimun.
“Kita sudah menyampaikan kepada bupati bahwa labar bersih sebesar Rp200 juta itu akan disetor ke kas daerah pada akhir tahun ini,” kata dia.
Terkait pengembangan pelayanan pada tahun depan, Indra Santo mengaku telah mengajukan pembangunan IPA baru kepada pemerintah, yaitu untuk Pulau Kundur dan Moro sebagai upaya mengatasi krisis air di dua pulau tersebut.
”Anggaran pembangunan IPA cukup, para pelanggan di Kundur dan Moro harap bersabar,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Karimun M Yusuf Sirat mengapresiasi kinerja PDAM Tirta Karimun yang menyetor PAD sebesar 200 persen dibandingkan 2017.
“Walaupun, beberapa sektor masih banyak kekurangan, tapi secara umum kinerjanya sudah cukup bagus. Kita terus memberikan dukungan untuk PDAM Tirta Karimun,” kata dia. (rdi)
Baca juga:
Ketua DPRD Karimun nilai pelayanan PDAM alami kemajuan





