Karimun (Jurnal) – Delapan tokoh yang sebagian besar merupakan politikus disebut-sebut berpeluang menjadi pesaing petahana dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau pada 2020.
Pemuka masyarakat Raja Zuriantiaz di Tanjung Balai Karimun, Jumat mengatakan, dari delapan tokoh tersebut, satu di antaranya merupakan birokrat yang tidak lain Muhammad Firmansyah yang kini menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Karimun.
Sedangkan tujuh tokoh lainnya, tidak lain para politikus yang sudah berpengalaman dan malang melintang selama 10 sampai 15 tahun terakhir.
Ketujuh nama tersebut, yakni politikus Partai Hanura, Yusrizal yang dua periode duduk di DPRD Provinsi Kepri.
Politikus PKB Rocky Marciano Bawole, anggota DPRD Provinsi Kepri dan kembali terpilih menjadi wakil rakyat di tingkat provinsi. Dan sebelumnya pernah duduk di DPRD Karimun.
Kemudian, politikus Partai Hanura, Bakti Lubis yang baru saja melepas jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD Karimun dan akan bergeser ke tempat tugasnya yang baru sebagai anggota DPRD Kepri.
Ada pula nama Raja Bakhtiar, politikus Partai Golkar ini beberapa periode duduk di DPRD Karimun dan pernah menjabat Ketua DPRD Karimun. Saat ini, Raja Bakhtiar masih duduk di DPRD Provinsi Kepri dan hebatnya dia kembali terpilih dan segera dilantik sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi.
Ada lagi Zainuddin Ahmad, politikus Gerindra ini tiga periode duduk di DPRD Karimun dan terpilih sebagai anggota DPRD Kepri pada Pemilu 17 April 2019. Eri Suwandi, politikus PDIP yang duduk di DPRD Kepri dan kembali terpilih sebagai anggota DPRD Kepri.
Sedangkan Muhammad Firmansyah, menurut dia, merupakan pejabat yang sangat dikenal “low profile” di tengah-tengah masyarakat.
”Delapan nama diatas politikus dan birokrat handal dan dekat dengan masyarakat, tidak diragukan dan berpeluang besar bisa meramaikan pesta demokrasi melawan incumbent,” kata Raja Zuriantiaz yang juga mantan anggota DPRD Karimun ini.
Sementara itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq menyatakan belum akan berkomentar apakah dirinya kembali maju pada Pilkada 2020.
Aunur Rafiq mengatakan akan melihat lebih dulu respons dan penilaian masyarakat terhadap dirinya selama menjadi kepala daerah.
”Tergantung dari masyarakat, harus survei dahulu,” ujarnya. (rdi)





