Pamekasan, Jurnal Terkini – Desa Bunder Kecamatan Pademawu Kab. Pamekasan merupakan salah satu desa tematik dengan nama ‘Eduwisata Garam’ yang membuat terpesona akan indahnya pemandanhan yang ditawarkan. Kamis, 20/1/22.
Selain keindahan pada lahan pertanian garam, pengelola BUMDes Mutiara Saghara sebagai wadah usaha milik desa juga menawarkan keindahan pada pengunjung melalui keliling sungai dengan perahu.
Melihat perkembangan BUMDes Mutiara Saghara yang begitu pesat, kali ini rombongan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI didampingi Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, melakukan kunjungan kerja dan monitoring.
Perlu diketahui, bahwa Mutiara Saghara sebagai salah satu BUMDes di Pamekasan yang menerima bantuan dari BRIN untuk menunjang program yang ada di BUMDes Mutiara Saghara.
Kedatangan rombongan pejabat Nasional tersebut disambut hangat oleh Kepala Desa Bunder dan Direktur BUMDes Mutiara Saghara serta jajaran strukturalnya di Balai Desa Bunder Kec. Pademawu, Kab. Pamekasan.
Tak lama berselang, rombongan tersebut langsung menuju lokasi produksi rekritalisasi garam sembari belajar rekristalisasi garam.
Melalui pesan WhatsApp, Taufiq Hidayat, selaku Direktur BUMDes Mutiara Saghara, mengatakan bahwa Rombongan pejabat BPK dan BRIN tersebut langsung meninjau Eduwisata Garam dan lokasi rekristalisasi garam.
“Alhamdulillah, Mereka (read, BPK RI dan BRIN) sangat puas dengan program desa berinovasi yang ditawarkan oleh Pemdes Bunder melalui Bumdes Mutiara Saghara,” ujar Taufiq, sapaan akrabnya.
Menurut Taufiq, selain kunjungan, kedatangan mereka (read) bertujuan untuk memastikan bantuan dana yang dikucurkan BRIN terealisasi atau tidak.
Disamping itu, untuk melihat perkembangan inovasi desa setelah mendapat kucuran dana dari BRIN.
“Alhamdulillah, hasil pemeriksaan BPK tidak ada temuan penyelewengan anggaran, selain itu BPK dan BRIN sangat mengapresiasi kinerja Bumdes Mutiara Saghara,” tandasnya. (Fiki)






