Simalakama Megaproyek Pelabuhan Malarko

Fisik Pelabuhan Petikemas Malarko yang belum rampung dilihat dari pinggir laut, tepatnya di ujung akses jalan yang telah dibangun Badan Kawasan FTZ Karimun, Jumat (1/1-0/2021). Foto: Rusdianto)
Fisik Pelabuhan Petikemas Malarko yang belum rampung dilihat dari pinggir laut, tepatnya di ujung akses jalan yang telah dibangun Badan Kawasan FTZ Karimun, Jumat (1/10/2021). Foto: Rusdianto)

Kronologi Proyek Malarko

13 tahun berlalu, cerita panjang pembangunan Pelabuhan Petikemas Malarko belum berakhir. Proyek multiyears ini telah menelan anggaran sebesar Rp209,47 miliar namun masih terbengkalai.

Bacaan Lainnya

Proyek Malarko sejatinya dibangun dengan sistem sharing, untuk pembangunan sisi darat dibangun dengan APBD, dan sisi laut dengan APBN.

Data dihimpun dari berbagai sumber menjelaskan, Pelabuhan Malarko mulai dibangun pada 2008. Berdasarkan pengumuman lelang No 01/P/PL/F/SK.PFPM/V/2008 yang ditebitkan salah satu media nasional pada 3 Juni 2008, Satuan Kerja Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Pulau Terluar Kepulauan Riau (Satker Pembangunan Faspel Laut Pulau Terluar Kepri), mengadakan lelang umum tidak mengikat dengan pascakualifikasi untuk pengerjaan fasilitas Pelabuhan Laut Malarko tahap I, dengan pagu DIPA sebesar Rp27,105 miliar, dan seleksi umum tidak mengikat dengan prakualifikasi untuk pekerjaan pengawasan pembangunan fasilitas Pelabuhan Malarko tahap I sebesar Rp695 juta. Dana itu secara keseluruhan bersumber dari Dana APBN/DIPA TA 2008 Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Departemen Perhubungan.

Infografis Kucuran Anggaran Megaproyek Malarko

Pada 2 Juni 2009, pemerintah pusat kembali menggelontorkan dana untuk kontrak paket Supervisi Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Malarko Tahap II sebesar Rp 476.465.009. Serta pembangunan trastel berupa jalan/akses ke dermaga sebesar Rp19,7 miliar.

Kemudian April 2010 menurut pengumuman pengadaan jasa konsultasi tidak mengikat No: PL.01/PFPL-MLK/IV-2010, panitia pengadaan barang dan jasa Satker Pembangunan Faspel Laut PulauTerluar Kepri, kembali mengadakan lelang paket Pengadaan Jasa Konsultansi Supervisi Lanjutan Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Malarko yang bersumber dari dana APBN DIPA TA. 2010 dengan pagu anggaran sebesar Rp450 juta.

Di tahun yang sama berdasarkan panitia Satker Pembangunan Faspel Laut Pulau Terluar Kepri mengumumkan pengadaan jasa borongan tidak mengikat No: PL.02/PFPL-MLK/IV-2010 dengan pagu sebesar Rp 19,5 miliar.

Selanjutnya  14 Maret 2011 berdasarkan pengumuman pelelangan No: 01/P/PAN-MLK/03/2011, lelang pengadaan barang dan jasa kategori umum kembali dibuka, dengan sistem pascakualifikasi jasa konstruksi bidang sipil, sub bidang dermaga dan perawatan dengan pagu sebesar Rp33.040.825.000.

Sedangkan untuk pekerjaan supervisi lanjutan, jasa pengawasan konstruksi bidang jasa inspeksi teknik, sub bidang layanan jasa engineering fase konstruksi dan instalasi pekerjaan teknik sipil dianggarkan dengan pagu Rp716 juta.

Pada 7 Maret 2012 panitia Satker Pembangunan Faspel Laut Pulau Terluar Kepri kembali mengumumkan lelang No: UK.02/PAN/KSL MLRK/III/PHB-12, untuk pengadaan Jasa Konsultansi Supervisi Lanjutan Pembangunan Faspel Laut Malarko  Kepri TA.2012 sebesar Rp850.000.000.

Terakhir, pada 9 Maret 2012, panitia kembali menerbitkan pengumuman lelang dengan pascakualifikasi No : UK.02/PAN/KTR-MLRK/III/PHB-12. Lelang tersebut dibuka untuk paket Jasa Konstruksi Lanjutan Pembangunan Faspel Laut Malarko Kepri TA.2012, dengan lingkup pekerjaan berupa pembangunan trestle (162 x 9) m2, pekerjaan pembangunan talud 123 meter, i total anggaran APBD 2012 yang dikucurkan sebesar Rp 49.142.500.000.

Total Views: 1135

Pos terkait