In House Training Jurnalisme Maritim Berwawasan Kebangsaan
Karimun – Dusun Pelambung, Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau Kamis (30/9/2021) sore cukup sepi. Langit masih mendung meski hujan mengguyur sejak pagi sudah reda..
Hanya beberapa nelayan saja tampak duduk-duduk di warung kecil tidak jauh dari pelantar tempat bersandar kapal nelayan.
“Beginilah kampung kami. Coba kalau pelabuhan (malarko) itu selesai dan berfungsi. Mungkin nasib kami tak macam ni,” ucap seorang nelayan sampan, Atan ketika ditanya soal konstruksi dermaga yang memanjang ke laut, tidak jauh dari pelantar tempat bersandar pompong-pompong (kapal kayu kecil bermesin temple-red) nelayan.
Dari jauh, konstruksi dermaga itu tampak suram karena cuaca mendung. Bangunan berupa tiang-tiang pancang sebagai pondasi dermaga memanjang ke arah laut.
Sebuah jalan dua jalur dengan aspal mulus sudah terhubung menuju lokasi pelabuhan yang belum rampung ini.
Sebagai bagian dari Kawasan Perdagangan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ) Karimun, Desa Pongkar berjarak sekitar 17 kilometer dari pusat kota Tanjung Balai Karimun dan terletak di bagian tenggara Pulau Karimun Besar, masih jauh tertinggal dibandingkan Desa Pangke atau Pangke Barat di Kecamatan Meral dan Meral Barat.
Ketiga desa itu sama-sama berada di kawasan FTZ, tapi Desa Pangke dan Pangke Barat jauh lebih berkembang ditandai banyaknya perusahaan-perusahaan besar di sana..
“Itulah pak. Kami ingin sekali melihat pelabuhan ini jadi. Pasti anak-anak kami bisa dapat pekerjaan yang layak, tidak perlu jauh-jauh cari kerja,” kata Atan lagi.





