Karimun (Jurnal) – Satuan Reserse Kriminal Polres Karimun hingga saat ini terus berupaya mengungkap siapa yang melakukan penikaman yang telah mengakibatkan seorang penjaga Masjid Agung tewas dengan luka tusukan, Kamis (22/3).
Penjaga Masjid Agung bernama Safari (40) tewas setelah ditikam oleh seseorang di bagian perut dengan menggunakan obeng pada bulan Juli 2017 lalu, di lokasi tempat ia bekerja.
Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.
“Kita sudah menemukan alat bukti baru berupa DNA pelaku yang kita dapat dari topi. Kita juga masih menyelidiki kasus ini,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun Lulik Febyantara.
Saat ini pihaknya telah memeriksa sebanyak lima orang yang diduga sebagai pelaku penikaman penjaga Masjid Agung yaitu Safari.
“Sejak awal sampai saat ini ada lima orang kita duga sebagai pelaku. Tetapi setelah kita cocokkan DNA ternyata belum cocok,” tambahnya.
Lulik menambahnya saat ini pihaknya masih mengalami kendala dikarenakan minimnya alat bukti dan juga tidak ada saksi pada saat kejadian tersebut.
“Kita benar-benar minim alat bukti. Ada saksi yang melihat pelaku. Tetapi, ketika dimintai keterangan tidak dapat menjelaskan ciri-cirinya,” kata Lulik.
Safari tewas ditusuk oleh seorang oknum tidak diketahui identitasnya, saat Safari hendak melakukan pencegahan pencongkelan kotak amal Masjid Agung Karimun, saat dipergoki pelaku melarikan diri dan dicegat oleh Safari, lalu pelaku memberikan perlawanan dan menusuk perut korban dengan menggunakan obeng.
Korban meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit karena banyak mengeluarkan darah saat ditikam oleh pelaku.





