Karimun (Jurnal) – Pemerintah Kabupaten Karimun dan PT. PLN (Persero) Rayon Tanjungbalai Karimun melakukan kerjasama dengan melakukan penandatanganan MoU, yang dilakukan di rumah dinas Bupati Karimun, Rabu (07/2).
Manager PT. PLN (Persero) Rayon Tanjungbalai Karimun Fauzan mengatakan, bahwa pihaknya memberikan dukungan kepada Pemkab Karimun dalam hal pembangunan daerah, dan ia beranggapan bahwa kerjasama tersebut akan mempermudah menuntaskan masalah kelistrikan di Karimun.
“Tentunya kami sebagai pihak PT. PLN memberikan dukungan penuh kepada Pemkab Karimun, dan semoga kerjasama penandatanganan MoU ini bisa menuntaskan masalah kelistrikan di Karimun, sehingga apa yang telah diwacanakan oleh Pemkab Karimun dapat terlaksana dengan baik,” tutur Fauzan.
Ia menambahkan bahwa keberadaan pihak PLN di Karimun telah berkontribusi bagi Pendapatan Daerah, saat ini masih ada surplus sekitar Rp 500 juta melalui PPJ yang dibayarkan.
“Atas nama PLN persero kami menyampaikan apresiasi dan pengharagaan setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati. Semoga kedepannya PLN bisa terus ikut membangun Karimun semakin baik lagi, hal ini juga tidak terlepas dari tingginya kesadaran masyarakat Karimun yang tertib menggunakan dan membayar listrik,” ungkapnya.
Secara garis besar, terutama di Pulau Karimun dan sekitarnya, tidak ada permasalahan mengenai kelistrikan. Untuk saat ini di Karimun terdapat mesin-mesin pembangkit yang berkapasitas sekitar 40 megawatt. Namun dengan adanya proses pemeliharaan atau perbaikan, maka ketersediaan listrik PLN sebanyak 35 megawatt. Dengan kondisi ini, Karimun juga masih memiliki suplus sebanyak 10 megawatt lantaran beban puncak tertinggi hanya sebesar 25 megawatt saja.
“Dengan surplus ini bisa menjadi poin pengembangan Karimun. Di Karimun ini juga hampir semua desa yang sudah teraliri listrik. Tinggal 13 desa di tahun 2018 ini yang akan dituntaskan,” tambahnya lagi.
Di waktu yang bersamaan, Bupati Karimun Aunur Rafiq menyampaikan, penandatanganan Mou tersebut sangatlah penting, karna penataan kota kedepannya memang telah direncanakan, termasuk dengan bagaimana kelistrikan yang sesuai dengan tata kota.
“MoU ini sangat penting terutama dalam penataan kota, mengingat kedepannya kota Karimun akan terus berkembang, terutama di kota baru Coastal Area yang harus mulai dilakukan penataan kelistrikannya, maka inilah kesempatan kita dengan pihak PLN, supaya jaringan dapat dibangun di bawah tanah, agar tahun 2019 nanti, ketersediaan listrik benar-benar terintegrasi dengan baik,” Kata Rafiq.





