Pamekasan, Jurnal Terkini – Demi menunjang fasilitas kesehatan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waru Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tahun anggaran 2021 ini Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCH) akan dialokasikan pada alat kesehatan, Selasa (22/6/21).
Direktur RSUD Waru Pamekasan, Dr Hendarto, berencana akan merealokasikan DBHCHT untuk servis alat-alat kesehatan (Alkes) serta untuk pengadaan obat-obatan, bahan habis pakai (BHP), servis dan kalibrasi.
Dirinya mengatakan, dana DBHCHT tersebut banyak sekali manfaatnya terhadap keberlangsungan operasional RSUD Waru, mengingat instansinya bisa dikatakan masih baru.
“Untuk pengadaan obat-obatan dan Bahan Habis Pakai, seperti misalnya alkohol, betadine, masker dan lain lain. Kemudian juga untuk biaya servis alkes yang rusak, untuk perbaikan alat dan untuk kalibrasi,” katanya.
Namun meski demikian, obat-obatan saat ini sudah dalam tahap pengadaan, sebagian obat sudah ada yang datang, serta beberapa obat lainnya masih dalam proses pengiriman.
“Yang sekarang karena terbatas, kami alokasikan untuk obat dan perbaikan alat sama kalibrasi,” paparnya.
Ia menjelaskan bahwa tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, Jika tahun kemarin, Dana DBHCHT dialokasikan untuk membeli alat-alat kesehatan. Untuk tahun ini hanya dapat dialokasikan untuk servis alat kesehatan yang sudah ada.
“Jadi tahun ini dikhususkan kepada obat, BHP kemudian untuk perbaikan atau servis alat dan kalibrasi itu,” terang mantan Kapus Teja itu.





