Karimun, JurnalTerkini.id – Tim Kuasa Hukum paslon nomor urut 01, Aunur Rafiq dan Anwar Hasyim (ARAH) berkeyakinan bahwa permohonan paslon nomor urut 02, Iskandarsyah dan Anwar Abu Bakar (Bersinar) akan ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK).
Bukan tanpa alasan, keyakinan bagi tim kuasa hukum paslon petahana tersebut setelah pemohon dalam hal ini paslon 02 dinilai tidak bisa menguatkan dalil-dalil permohonannya saat MK menggelar sidang perkara No 68/PHP.BUP-XIX/2021, Selasa (2/3/2021) lalu.
Sidang dengan agenda pembuktian tersebut dipimpin langsung oleh ketua majelis hakim Arief Hidayat serta didampingi dua anggota hakim Saldi Isra dan Manahan Sitompul serta dihadiri oleh para pihak secara langsung, para kuasa hukum dan saksi.
Adapun dalam sidang itu fokus permohonan yang diajukan paslon 02 secara substansi adalah dugaan manipulasi suara pemilih disabilitas dan dugaan tindakan TSM (terstruktur, sistematis dan masif) yang dilakukan oleh paslon 01 selaku petahana.
Pemohon diketahui menghadirkan alat bukti surat dan menghadirkan 1 orang saksi ahli. Yakni, Bambang Eka Cahya Widodo yang juga mantan Ketua Bawaslu serta 3 orang saksi diantaranya, Muhammad Ginastra, Agnes Rangkorata dan Nudia Fitri guna.
Salah seorang kuasa hukum paslon 01, Trio Wiramon mengatakan, mengenai dugaan manipulasi suara disabilitas, pemohon diketahui mengajukan keberatan kepada termohon (KPU).
Pemohon menduga KPU dengan sengaja melakukan pengalihan surat suara pemilih disabilitas untuk menggunakan hak pilih memenangkan paslon petahana di 5 Kecamatan.
Adapun 5 kecamatan tersebut diantaranya Kecamatan Kundur, Kundur Barat, Kundur Utara, Buru dan Durai.
Secara singkat bahwa tertuang dalam model C hasil salinan KWK dimana ditemukan kenaikan signifikan 105 orang dan pemilih disabilitas yang menggunakan hak pilih 96 orang.
“Atas dasar jumlah itu pemohon meyakini bahwa suara disabilitas sebanyak 96 orang di petahana adalah suaranya karena mengaku banyaknya bukti dan program disabilitas pemohon bersama Gubernur Kepulauan Riau saat itu,” ujar Advokat yang kerap disapa amon ini, Selasa (9/3/2021) pagi.





