Medan, JurnalTerkini.id – Tahun Baru Imlek 2572 yang jatuh hari ini, Jumat (12/2/2021) di Kota Medan, Sumut terlihat sangat sepi, di beberapa tempat bahkan tidak ada pembakaran dupa didm depan rumah komunitas warga keturunan Tionghoa sebab pemerintah telah mengimbau agar perayaan Imlek dirayakan secara sederhana.
Pasar Meranti lama di Jalan Iskandarmuda Baru ,Kecamatan Medan Petisah yang setiap harinya, mulai pagi sampai siang hari para pedagang kebutuhan pokok biasanya pasti ramai untuk menanti pembeli. Tapi hari ini tidak ada, nyaris tidak ada pedagang yang berjualan di lokasi pasar tersebut, berbeda dengan biasanya.
Di Pasar Timah dan Pasar Beruang, pasar yang terletak di Kecamatan Medan Area, situasinya tidak jauh berbeda dengan Pasar Meranti.
Disini bahkan tidak ada satupun orang melaksanakan kegiatan dagang, dari mulai pagi hingga siang hari, pasar yang khusus menjual kebutuhan pokok tersebut selalu tutup, dari tahun ke tahun pasti tutup setiap ada perayaan Imlek, kata Regar (45) yang mengaku sebagai petugas keamanan dari kelurahan di daerah tersebut.

“Selalu tutup bang, setiap ada perayaan imlek ,karena pedagang dan pembelinya rata rata merayakan imlek, (maksudnya pelaku usaha dan konsumennya di tempat ini merupakan WNI keturunan Tionghoa, karena situasi masih Covid-nya ini ,biasanya mereka akan pergi berlibur, ada yang ke Brastagi, Parapat dan bahkan ke Malaysia,dan lain lain,” kata Regar.
Area pertokoan juga terlihat tutup di sekitar ruas jalan besar seperti di Jalan Gatot Subroto, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Asia, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Sutomo sampai Krakatau ujung, semuanya di kota Medan. Daerah ini merupakan jalan protokol, hampir 90 persen toko-toko yang ada disana tutup disebabkan pengusahanya adalah mayoritas WNI keturunan Tionghoa.






