Ada sedikit perbedaan dalam pelaksanaan MTQ tahun ini. Jika biasanya MTQ identik dengan pawai taaruf dan bazar, pada tahun ini kedua kegiatan tersebut terpaksa tidak diberlakukan agar tidak menjadi pusat kerumunan.
Dalam sambutannya, Bupati mengatakan bahwa selain sebagai salah satu sarana syiar Islam, MTQ dilakukan untuk mendapatkan peserta yang akan maju mewakili Kabupaten Inhil dalam MTQ tingkat Provinsi Riau ke-39 mendatang.
“Seleksi MTQ Harus kita tingkatkan kualitas hasilnya, walaupun dalam kondisi pandemi. Faktor pendukung utama yang mampu meningkatkan kualitas tersebut tentunya terletak pada Dewan Hakim, karena Dewan Hakim lah yang menentukan siapa yang terbaik dan berhak menjadi perwakilan kafilah Kabupaten Indragiri Hilir,” ujar pemimpin agamis ini.
Dia berharap Dewan Hakim dapat menjalankan tugas dengan baik, memberikan penilaian secara objektif, adil, dan jujur.
“MTQ juga menguji kemampuan Dewan Hakim dalam menentukan peserta yang terbaik dari seluruh peserta yang mengikuti MTQ ini,” ungkap Bupati.
Melalui penilaian yang dilakukan, imbuhnya, diharapkan akan terlahir, qori/qori’ah, hafidz/hafidzah serta peserta cabang lomba lain yang terbaik yang bisa mengharumkan nama Kabupaten Inhil, Negeri Hamparan Kelapa Dunia. (abd)






