Bupati Karimun, Provinsi Kepulauan Riau Aunur Rafiq meminta warga masyarakat tanggap dalam mengenali gejala demam berdarah dengue (DBD) untuk mencegah korban meninggal dunia.
Karimun (Jurnal) – Bupati Karimun, Provinsi Kepulauan Riau Aunur Rafiq meminta warga masyarakat tanggap dalam mengenali gejala demam berdarah dengue (DBD) untuk mencegah korban meninggal dunia.
“Masyarakat harus tahu dengan gejala DBD, dan tanggap dengan membawa anggota keluarganya ke puskesmas atau rumah sakit ketika mengalami gejala penyakit DBD,” kata dia kepada jurnal di Tanjung Balai Karimun, Selasa.
Aunur Rafiq mengatakan hal tersebut terkait dengan korban meninggal dunia akibat DBD berusia 7 tahun bernama Evan pada Minggu (6/3).
Evan, warga Bukit Tiung, Tanjung Balai Karimun dinyatakan positif terjangkit DBD dan meninggal dunia setelah lima hari mendapat perawatan di Rumah Sakit Bakti Timah Kecamatan Tebing.
Aunur Rafiq mengimbau warga masyarakat tidak membiarkan anggota keluarganya mengalami demam panas tinggi selama lebih dari satu hari, tetapi segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit untuk penanganan medis.
“Terkait korban yang meninggal itu, kita kan tidak tahu demamnya sudah berapa hari di rumah. Demam panas tinggi akibat nyamuk aedes aegypty, biasanya berkembang dalam tubuh manusia dalam bilangan ganjil, satu, tiga, lima dan tujuh hari,” kata dia.
Dia mengatakan telah meminta Dinas Kesehatan untuk mengecek hal-hal yang menyebabkan Evan meninggal dunia.
“Perlu dievaluasi, kalau memang akibat terlambat dibawa ke rumah sakit. Maka, saya minta Dinas Kesehatan meningkatkan sosialisasi soal gejala DBD kepada warga masyarakat,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Karimun Sensissiana mengatakan, pihaknya belum akan menetapkan status Kejadian Luar Biasa untuk DBD, meski sudah ada satu korban yang meninggal dunia.
“Status KLB itu ada kriterianya. Janganlah sampai KLB, namun demikian, kami akan tetap meningkatkan pemantauan terutama di kawasan yang rawan DBD,” kata dia.
Dia kembali mengimbau masyarakat agar mewaspadai gejala demam panas tinggi dan tidak membiarkan anak mengalami demam tinggi lebih dari satu hari.
“Segera bawa ke puskesmas untuk perawatan medis dengan cepat,” kata dia.
Selain itu, dia juga mengimbau warga masyarakat tidak henti-hentinya melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk, salah satunya dengan menggencarkan gerakan 4M Plus, Menguras, Menutup, Mengubur, Memantau lingkungan dan rumah dari wadah-wadah yang dapat menampung air, tempat berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti.
Berdasarkan data Dinkes, kasus DBD hingga awal Maret berjumlah 171 kasus, termasuk korban meninggal dunia bernama Evan.
Rinciannya, di Kecamatan Tebing 49 kasus, Karimun 30 kasus, Meral 32 kasus, Meral Barat 11 kasus, Kundur 15 kasus, Moro 23 kasus, Buru 4 kasus, Belat 1 kasus, Kuba 6 kasus.
Sementara, untuk tingkat kelurahan dan desa, Kelurahan Tebing terbanyak dengan 18 kasus, Tanjungbatu 15 kasus, Teluk Uma 9 kasus dan Sei Lakam Timur 12 kasus. (rdi)





