Proses Verifikasi dan Pencairan BPUM di Kota Medan dinilai terlalu rumit

  • Whatsapp
Bank BRI di Jalan P. Tenun Medan, salah satu bank yang ditunjuk untuk pencairan dana BPUM sebesar Rp2,4 juta. (foto: ronald)
Bank BRI di Jalan P. Tenun Medan, salah satu bank yang ditunjuk untuk pencairan dana BPUM sebesar Rp2,4 juta. (foto: ronald)

Medan, JurnalTerkini.id – Proses verifikasi penerima dan pencairan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp2,4 juta melalui bank yang ditunjuk pemerintah sedang berlangsung di Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (3/11/2020).

Dalam proses verifikasi tersebut, para calon penerima bantuan harus rela antre beberapa jam untuk mengisi formulir isian yang diberikan pihak bank hanya untuk proses verifikasi.

Bacaan Lainnya

Proses verifikasi meliputi pengisian data dalam formulir dari pihak Bank, dan difoto close up dengan memegang dan memperlihatkan KTP asli dan buku rekening yang bersangkutan.

Adapun dalam formulir tersebut harus diisi beberapa pernyataan yang intinya penerima bantuan betul-betul pelaku usaha mikro dengan omset di bawah Rp300 juta.

Kemudian, pernyataan bertanggung jawab terhadap pemanfaatan modal yang diberikan untuk penyelamatan usaha, dan beberapa pernyataan lain yang harus diisi dalam formulir berjumlah sekitar empat halaman itu.

Beberapa pelaku UMKM mengaku hal yang paling memberatkan dalam proses verifikasi dan pencairan tersebut adalah menyediakan 2 lembar meterai 6000.

Di salah satu Bank BRI di Jalan P. Tenun Medan, seorang pelaku UMKM berupa warung, Lusi Napit (57) penduduk Ayahanda, Kecamatan M. Petisah, Kota Medan, Sumut menilai pengurusan dan pencairan dana BPUM sangat rumit.

“Pengurusannya sangat rumit bang. Bayangkan pengajuan aja saya sudah rumit, persyaratannya terdaftar sebagai unit usaha di kantor kelurahan, mempunyai stempel usaha, NPWP, pengajuannya harus di atas meterai 6000 sebanyak 1 lembar di kantor kelurahan, 2 lembar di kantor dinas koperasi, dan hari ini pihak bank juga meminta 2 lembar meterai 6000,” kata Lusi Napit yang mengaku pelaku usaha warung ini.

Lusi Napit mengatakan, mulai dari pendaftaran di kantor kelurahan, lalu ke Kantor UMKM, dan selanjutnya proses verikasi data pada hari ini, memerlukan waktu yang tidak sedikit.

“Mulai dari pendaftaran sampai verifikasi, sudah puluhan kali saya bolak-balik, padahal uangnya tidak tau kapan dicairkan. Kalau kita lihat uang telah ditujukan ke rekening bank, tapi kata pihak bank harus ada proses verifikasi,” katanya sedikit mengeluh.

space iklan HPN

Pos terkait