Wiku Adisasmito menyebut ada 12 kabupaten/kota yang menjadi sorotan karena belum menunjukkan mengalami penurunan kasus aktif yang signifikan.
Keduabelas kabupaten/kota itu, antara lain Bekasi (1.039), Jakarta Pusat (1.211), Jakarta Utara (1.343), Kota Bekasi (1.410), Bogor (1.484), Kota Depok (1.897), Jakarta Selatan (1.952), Kota Jayapura (1.959), Jakarta Barat (2.023), Jakarta Timur (2.781), Kota Padang (2.816) dan Kota Pekanbaru (2.909).
Sangat disayangkan, ke-12 kabupaten/kota ini kondisi demikian sudah bertahan berminggu-minggu dengan jumlah kasus aktif di atas 1000 kasus.
Diakui, 12 kabupaten/kota ini memang masuk kategori kota besar yang aktivitas ekonominya sudah berjalan. Dan ini, kata Wiku menjadi tantangan terbesarnya adalah penerapan protokol kesehatan dapat benar-benar dijalankan.
“Dimohon Pemda dari 12 kabupaten/kota tersebut untuk dapat bekerja keras menekan angka kasus aktif, dengan tegas mengawasi kedisiplinan masyarakatnya dalam melaksanakan protokol kesehatan, utamanya dalam sektor-sektor ekonomi dan sosial yang sudah berjalan,” pesannya.
Di samping itu, perkembangan penanganan Covid-19 per 22 Oktober 2020 menunjukkan jumlah kasus aktif sebanyak 63.576 kasus atau 16,8% dibandingkan rata-rata dunia di angka 21,9%.
Kemudian, penambahan kasus positif sebanyak 4.432 kasus, jumlah kasus sembuh sudah menembus angka 301.006 kasus atau 79,9% dibandingkan rata-rata dunia sebesar 75,1% dan kasus meninggal sebanyak 12.959 kasus atau 3,4% dibandingkan rata-rata dunia 2,85%. (rilis)
Baca juga: Satgas Covid-19 patroli di pasar tradisional Tembilahan Kota





