KABUPATEN SOLOK, Jurnalterkini.id – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, Pemerintah Kabupaten Solok melalui Satgas Pangan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan pemantauan langsung terhadap ketersediaan dan harga sapi kurban di sejumlah lokasi.
Kegiatan monitoring dilaksanakan pada Kamis (21/5/2026) di wilayah Kecamatan Kubung dan Kecamatan Bukit Sundi.
Pemantauan ini ditujukan untuk memastikan pasokan hewan kurban dalam kondisi aman, sehat, serta harga tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat. Dari hasil pengecekan di lapangan, tercatat harga sapi kurban di Kabupaten Solok relatif stabil dan tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Sementara itu, stok yang tersedia dinilai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga hari raya tiba.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Solok Yossi Agusta, S.P., M.Si., serta perwakilan dari Dinas Perikanan dan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Bapelitbang, dan Organisasi Perangkat Daerah terkait lainnya.
Kabag Perekonomian Yossi Agusta menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mengendalikan stabilitas harga dan menjamin ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat. “Berdasarkan pemantauan hari ini, ketersediaan sapi kurban masih aman dan harga relatif stabil. Kami akan terus melakukan pengawasan agar tidak terjadi lonjakan harga atau kelangkaan stok menjelang Idul Adha,” ujarnya.
Selain aspek harga dan jumlah, tim juga memeriksa kondisi kesehatan hewan ternak yang diperjualbelikan guna memastikan memenuhi standar kelayakan dan aman untuk dikurbankan. Sebagai tindak lanjut, pemantauan akan dilanjutkan ke Pasar Muara Panas pada Senin mendatang untuk memantau kondisi pasokan dan harga secara menyeluruh.
Pemerintah Kabupaten Solok berharap kondisi yang kondusif ini dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam mempersiapkan ibadah kurban di tahun ini. (Dion).





