Mahyeldi Ajak Kampus Jadikan Hibah Buku Sastra Tamil Media Penguat Riset dan Pelestarian Warisan Minangkabau

Penyerahan hibah buku Yayasan Satu Pena kepada perguruan tinggi se-Sumbar. (Foto Adpim Sumbar).
Penyerahan hibah buku Yayasan Satu Pena kepada perguruan tinggi se-Sumbar. (Foto Adpim Sumbar).

PADANG, Jurnalterkini.id – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengajak seluruh perguruan tinggi di daerah ini menjadikan hibah ribuan buku sastra klasik Tamil dari Pemerintah Tamil Nadu, India, sebagai sarana memperkuat riset, pendokumentasian, dan pelestarian warisan sejarah serta budaya Minangkabau.

Ajakan ini disampaikan saat menghadiri penyerahan hibah buku yang disalurkan melalui Yayasan Satu Pena kepada para rektor perguruan tinggi se-Sumbar di Istana Gubernur, Jumat (24/7/2026).

Bacaan Lainnya

Mahyeldi mengapresiasi komitmen Pemerintah Tamil Nadu yang mampu menjaga, mendokumentasikan, dan menerbitkan ulang karya sastra berusia hingga dua ribu tahun sehingga tetap dapat dipelajari lintas generasi.

“Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita. India mampu menjaga karya sastra yang telah berusia dua ribu tahun. Artinya, mereka sangat menghargai peradaban, literasi, dan sejarah bangsanya,” ujarnya.

Menurut Mahyeldi, Sumatera Barat sesungguhnya memiliki kekayaan sejarah yang tidak kalah istimewa. Berbagai temuan arkeologi seperti di Gua Lida Ajer, Situjuh, hingga kawasan Menhir Maek membuktikan wilayah ini telah dihuni manusia sejak puluhan ribu tahun silam.

“Dari berbagai temuan itu, kita mengetahui bahwa Sumatera Barat telah memiliki peradaban sejak puluhan ribu tahun silam. Sayangnya, banyak warisan sejarah kita yang belum terdokumentasi dan dipublikasikan dengan baik sebagaimana dilakukan India,” katanya.

Oleh karena itu, Mahyeldi mendorong perguruan tinggi mengambil peran strategis dalam memperkuat penelitian, pendokumentasian, penerjemahan, hingga publikasi berbagai karya sejarah, sastra, dan budaya Minangkabau.

Langkah ini penting agar kekayaan intelektual dan budaya daerah dapat diwariskan kepada generasi mendatang sekaligus dikenal luas di tingkat internasional.

“Saya berharap hibah buku ini menjadi inspirasi bagi kampus-kampus di Sumatera Barat untuk lebih serius mendokumentasikan dan mengembangkan khazanah budaya Minangkabau. Kita memiliki kekayaan sejarah yang luar biasa dan harus diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegasnya.

Mahyeldi juga mengenang kunjungannya ke Kota Chennai pada tahun 2018 saat masih menjabat sebagai Wali Kota Padang, yang melahirkan kerja sama dengan salah satu perguruan tinggi di kota tersebut guna memperkuat hubungan pendidikan dan kebudayaan kedua daerah.

Ia menambahkan kedekatan sejarah Indonesia dan India telah terjalin lama, bahkan dicatat melalui momen bantuan beras Presiden Soekarno kepada India saat krisis pangan.

“Hubungan Indonesia dan India memiliki sejarah panjang. Karena itu, diplomasi budaya seperti ini harus terus diperkuat agar kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan peradaban semakin berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) IV sekaligus Ketua Yayasan Satu Pena Sumbar Sastri Bakry menjelaskan hibah ini semula direncanakan diserahkan saat pelaksanaan IMLF namun tertunda akibat kendala administrasi dan distribusi di Pelabuhan Belawan.

Berkat dukungan berbagai pihak termasuk Pemerintah Tamil Nadu yang turut menanggung biaya distribusi, akhirnya ribuan buku tersebut dapat tiba di Sumatera Barat dan disalurkan ke perguruan tinggi.

“Buku ini akhirnya bisa sampai ke Sumatera Barat setelah melalui proses yang cukup panjang. Alhamdulillah, Pemerintah Tamil Nadu juga memberikan dukungan penuh sehingga hibah ini dapat diterima dan disalurkan kepada perguruan tinggi,” katanya.

Sastri merinci sebanyak 7.000 buku yang dihibahkan terdiri atas empat kategori yaitu sastra klasik Tamil berusia 1.000 hingga 2.000 tahun, sastra modern, filsafat, dan buku referensi akademik. Seluruh koleksi akan didistribusikan sesuai bidang keilmuan masing-masing perguruan tinggi.

Dikatakannya, Hibah ini bukan sekadar menambah koleksi perpustakaan, melainkan bagian dari diplomasi budaya yang diharapkan mempererat hubungan sekaligus membuka peluang kerja sama akademik dan penelitian di masa mendatang. (Dion).

Total Views: 12

Pos terkait