KAB SOLOK, Jurnalterkini.id — Pemerintah Kabupaten Solok terus gencar melakukan langkah preventif menekan penyakit masyarakat (pekat) dan narkoba di kalangan pelajar. Salah satu upayanya berupa kegiatan sosialisasi yang digelar di MTsN 7 Solok, Tanjung Balik, Kecamatan X Koto Diatas, Senin (13/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Solok H. Zulkifli, S.Ag., MM, Camat X Koto Diatas, kepala sekolah, guru, penyuluh agama, penghulu, dan berbagai pemangku kepentingan setempat.
Dalam sambutannya, Kakankemenag H. Zulkifli menyoroti degradasi moral yang tidak hanya menimpa peserta didik, melainkan juga tenaga pendidik. Ia menilai persoalan ini bukan semata soal tingkat pendidikan atau ekonomi, melainkan lemahnya iman dan mental yang rapuh.
“Banyak pelaku justru berpendidikan tinggi, namun lemah dalam menjaga prinsip dan etika. Karena itu, sekolah harus lebih memperkuat pembinaan karakter dan spiritual, bukan hanya akademik semata,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati H. Candra menegaskan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menangkal pekat dan narkoba. Ia mencontohkan keberhasilan salah satu nagari yang selama lebih dari 20 tahun efektif menekan persoalan sosial berkat Peraturan Nagari yang melarang hiburan malam seperti orgen tunggal, serta menerapkan sanksi sosial adat yang dinilai lebih efektif dan ditakuti dibanding sanksi hukum biasa.
“Melalui musyawarah adat, pelanggar tidak lagi dilibatkan dalam kegiatan oleh niniak mamak. Cara ini terbukti ampuh dan bahkan mendapat penghargaan dari Pemprov Sumatera Barat,” ungkapnya.
Ia pun mengapresiasi peran aktif Kemenag dan sekolah dalam membangun kesadaran dini bagi anak-anak agar terhindar dari perilaku menyimpang. Sosialisasi ini diharapkan makin memperkuat kolaborasi lintas sektor dan membentengi moralitas generasi muda sebagai aset masa depan Kabupaten Solok.





