Iskandar menyebutkan total sapi yang di kurbankan pada peringatan hari raya Idul Adha tahun 2026 yakni berjumlah 655 ekor sapi dan 908 ekor kambing se Kabupaten Karimun
“Bagi kami yang penting adalah esensi pelaksanaannya.” akhiri Iskandarsyah.
Sementara itu, kepala dinas PUPR Karimun Raja Machrizal mengatakan, mengungkapkan bahwa selain didistribusikan ke internal dinas, hasil kurban kali ini diarahkan khusus untuk mendukung program prioritas penanganan kesehatan masyarakat di pemukiman sekitar.
“Hasil kurban ini akan kita serahkan ke salah satunya Kelurahan Sungai Lakam Barat dan Kelurahan Sungai Pasir dengan tujuan untuk menurunkan tingkat stunting di kelurahan tersebut, kemudian pegawai PU 130 orang dan juga tetangga-tetangga di sekitar PU 25 orang dan pegawai pensiun dari PU,” tuturnya.
Selain menyasar penanganan stunting, Dinas PUPR juga memastikan asas pemerataan bagi keluarga besar dinas dan lingkungan terdekat. Sebanyak 130 pegawai PUPR, 25 warga yang merupakan tetangga di sekitar kantor dinas, serta para pensiun/purnabakti pegawai PUPR turut menjadi penerima manfaat dari ibadah kurban ini.
Raja Machrizal membeberkan kunci konsistensi jajarannya dalam mempertahankan ibadah kurban ini setiap tahunnya. Dinas PUPR menerapkan sistem tabungan mandiri bagi pegawai yang ingin menunaikan ibadah kurban tanpa terasa berat.
“Kita mendorong dari internal pegawai PUPR sendiri, kita menabung setahun penuh setiap bulannya dengan anggaran Rp 300.000 sehingga selama 12 bulan terkumpul Rp 3.600.000. Mudah-mudahan makin banyak yang menabung, tentunya makin banyak hewan qurban yang bisa kita kumpulkan.” ungkap Machrizal.
Pihaknya juga menegaskan bahwa program ini bersifat inklusif dan terbuka bagi pihak luar yang ingin berpartisipasi dan mempercayakan pelaksanaan ibadahnya di dinas tersebut.
“Tentunya kami juga membuka diri kepada siapapun silahkan untuk menabung ataupun menyerahkan hewan qurbannya untuk dilakukan ibadah qurban di dinas PUPR setiap tahunnya.” lanjutnya.
Kepala Dinas PUPR Karimun berharap kegiatan ini tidak hanya sekadar ritual tahunan, melainkan menjadi motor penggerak solidaritas organisasi.
“Qurban ini dilakukan secara rutin tiap tahunnya untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial, kebersamaan, kekompakan sehingga rasa kekeluargaan ini selalu tumbuh diantara kami dalam membangun Kabupaten Karimun.” akhirinya.(edy)





