Fadly Amran Terima Bantuan Sapi Kurban DMDI, Dibagikan ke 109 Keluarga Penyintas Bencana Lubuk Buaya

Wali Kota Padang, Fadly Amran Terima Bantuan Sapi Kurban DMDI. (Foto Prokopim Padang).
Wali Kota Padang, Fadly Amran Terima Bantuan Sapi Kurban DMDI. (Foto Prokopim Padang).

PADANG, Jurnalterkini.id — Semangat berbagi dan kepedulian menyelimuti peringatan Idul Adha tahun ini bagi warga yang bertempat tinggal di hunian sementara pascabencana, kawasan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah. Wali Kota Padang sekaligus Ketua Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Sumatera Barat, Fadly Amran, menerima penyerahan bantuan berupa satu ekor sapi kurban yang disalurkan oleh DMDI Indonesia, khusus disiapkan untuk dibagikan kepada keluarga‑keluarga korban musibah hidrometeorologi yang masih dalam masa pemulihan.

Hasil pembagian daging dari hewan kurban tersebut nantinya akan diterima secara merata oleh seluruh 109 kepala keluarga yang kini menempati dua lokasi penampungan, yaitu Kompleks Huntara Rumah Nelayan dan Gedung Rusunawa Lubuk Buaya.

Bacaan Lainnya

Menurut Fadly Amran, momen suci Idul Adha memiliki makna mendalam tentang keikhlasan berkorban, rasa persaudaraan, dan kewajiban menolong sesama, nilai‑nilai yang sangat relevan dan dibutuhkan oleh masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan dan tantangan pemulihan ekonomi.

“Hakikat ibadah kurban mengajarkan kita untuk peduli dan berbagi tanpa memandang keadaan. Di saat saudara‑saudara kita sedang berjuang bangkit dari dampak bencana dan juga menghadapi keadaan ekonomi yang tidak mudah, kehadiran bantuan seperti ini menjadi bukti bahwa mereka tidak sendiri. Kami pastikan kebahagiaan hari raya juga dirasakan oleh mereka, menjadi penguat semangat serta bukti perhatian dari sesama,” ujar Fadly saat kegiatan, Kamis (28/5/2026).

Pemerintah Kota Padang, tegas beliau, senantiasa berkomitmen mendampingi masyarakat mulai dari masa tanggap darurat hingga pemulihan sepenuhnya. Bantuan kebutuhan pokok dan pelayanan dasar terus disalurkan, namun fokus utama dan jangka panjang saat ini adalah percepatan pembangunan tempat tinggal yang aman, tetap, dan layak huni.

Fadly memaparkan perkembangan terbaru pembangunan Hunian Tetap (Huntap) yang sangat dinantikan warga. Secara keseluruhan telah disiapkan rencana pembangunan sekitar 500 unit rumah, tersebar di tiga lokasi strategis yakni Balai Gadang, Simpang Haru, dan Pauh.

Khusus pembangunan tahap pertama yang berjumlah lebih dari 200 unit, waktu penyelesaian ditargetkan hanya dalam rentang dua hingga tiga bulan ke depan agar warga bisa segera pindah dari hunian darurat ke tempat tinggal yang lebih nyaman dan terjamin keamanannya.

“Di lokasi Balai Gadang saja kemajuannya pembangunannya sudah mencapai sekitar 40 hingga 50 persen. Kami juga telah mengajukan permohonan dukungan sarana dan prasarana penunjang ke pemerintah pusat. Namun demikian, apabila proses pengajuannya belum bisa terealisasi tepat waktu, kami tidak akan menunda, Pemkot Padang bertekad akan menutupi kebutuhan tersebut dan menyelesaikannya menggunakan anggaran daerah sendiri demi kenyamanan warga,” terang Fadly Amran.

Sementara itu, Wakil Ketua DMDI Sumbar, Pun Ardi, menjelaskan bahwa bantuan hewan kurban ini merupakan amanah langsung dari Ketua Umum DMDI Indonesia, Said Aldi Al Idrus. Kepedulian ini disampaikan khusus menjangkau warga Sumatera Barat mengingat dampak bencana yang cukup besar terjadi beberapa waktu lalu.

Menurutnya, organisasi DMDI yang berlandaskan persaudaraan masyarakat Melayu dan Islam senantiasa bergerak hadir meringankan beban di mana pun dibutuhkan.

Harapan besar disematkan melalui sumbangan tersebut semoga kebaikan yang diberikan menjadi energi positif bagi para penyintas untuk semakin kuat, segera pulih kembali, serta mampu menggerakkan roda perekonomian keluarga dan lingkungan seperti sedia kala.

“Kami berharap bantuan sederhana ini membawa makna besar, menumbuhkan harapan baru. Semoga saudara‑saudara kita di sini makin tabah, cepat bangkit, kehidupan mereka kembali normal, aman, dan sejahtera kembali secepatnya,” ungkap Pun Ardi.

Kegiatan ini menjadi perpaduan indah antara pelaksanaan nilai ibadah, tanggung jawab pemerintah, serta kepedulian organisasi kemasyarakatan, membuktikan bahwa dalam suasana sulit sekalipun, kebersamaan dan rasa saling memiliki tetap menjadi kekuatan utama bangkitnya suatu komunitas. (Dion).

Total Views: 39

Pos terkait