“Kami Korban Keserakahan”, Nelayan Buru Karimun Protes Eksplorasi Pasir Laut

Aspirasi nelayan soal eksplorasi pasir laut
Puluhan nelayan menyampaikan aspirasi terkait eksplorasi pasir laut ini dalam audiensi yang dipimpin Camat Buru, Muhammad Rahendra, di Aula Kantor Camat Buru, Senin (16/3/2026). (JurnalTerkini.id)
Aspirasi nelayan soal eksplorasi pasir laut
Puluhan nelayan menyampaikan aspirasi terkait eksplorasi pasir laut ini dalam audiensi yang dipimpin Camat Buru, Muhammad Rahendra, di Aula Kantor Camat Buru, Senin (16/3/2026). (JurnalTerkini.id)

Penjelasan Camat Buru Terkait Miskomunikasi

Di sisi lain, Camat Buru Muhammad Rahendra menduga adanya miskomunikasi. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya pihak PT Barokah Baswara Abadi telah bertemu dengan perwakilan organisasi nelayan seperti HNSI dan Koperasi Nelayan Lumba-lumba.

“Mungkin informasinya tidak tersampaikan secara utuh sehingga terjadi selisih paham antar-nelayan,” jelas Hendra.

Bacaan Lainnya

Ia juga menekankan bahwa aktivitas saat ini baru sebatas eksplorasi atau pengambilan sampel sedimentasi yang berlangsung selama 10 hari, bukan operasional tambang penuh. Saat ini, kapal dan kru perusahaan sudah kembali ke Batam.

“Terkait kompensasi, memang belum ada pembicaraan karena statusnya masih survei lokasi. Perizinannya sendiri diterbitkan oleh pemerintah pusat dan Pemprov Kepri,” tambahnya.

Hendra mengimbau agar masyarakat mendukung iklim investasi demi kemajuan daerah, namun tetap mengedepankan komunikasi melalui jalur resmi seperti pemerintah desa atau Polsek setempat jika terdapat keluhan. (red)

Total Views: 1778

Pos terkait