Tarling Ramadan Dibuka di Masjid Agung, Pemkot Semarang Serap Aspirasi Warga dan Matangkan Persiapan MTQ Nasional 2026

Semarang, jurnalterkini.id – Pemerintah Kota Semarang memulai rangkaian agenda rutin Tarawih Keliling (Tarling) Ramadan 1447 Hijriah putaran pertama di Masjid Agung Semarang, Rabu (18/2) malam. Kegiatan ini menjadi pembuka safari Ramadan yang akan digelar di 16 kecamatan serta sejumlah masjid di lingkungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Kota Semarang.

Bacaan Lainnya

Mewakili Agustina Wilujeng Pramestuti, Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin hadir bersama jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan Forkopimda. Selain menunaikan salat tarawih berjamaah, rombongan pemerintah kota juga menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mempererat silaturahmi dengan warga.

Dalam sambutannya, Iswar menyampaikan pesan wali kota bahwa Ramadan membawa nilai kesabaran dan kepedulian sosial yang menjadi fondasi penting dalam membangun kota. Ia menegaskan, ibadah puasa tidak boleh menurunkan kualitas pelayanan publik, meskipun terdapat penyesuaian jam kerja aparatur sipil negara (ASN).

“Ibadah puasa tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan publik, meski terdapat penyesuaian jam kerja aparatur sipil negara,” ujarnya.

Tarling, menurut dia, bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat. Melalui kunjungan langsung ke masjid-masjid di berbagai kecamatan, pemerintah kota berharap dapat menangkap kebutuhan riil warga selama Ramadan, termasuk terkait keamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan.

Di sisi lain, pengurus Masjid Kauman menyiapkan beragam kegiatan selama Ramadan. Selain tarawih berjamaah, terdapat tadarus Al-Qur’an selepas salat subuh, kajian tafsir setelah zuhur, serta buka puasa bersama bagi jamaah dan masyarakat sekitar.

Pemerintah Kota Semarang juga mengimbau warga menjaga kebersihan, terutama di sekitar tempat ibadah dan pusat kuliner takjil. Upaya ini dinilai penting untuk memastikan suasana ibadah tetap khusyuk serta menciptakan kenyamanan bagi masyarakat yang beraktivitas pada malam hari.

Pada kesempatan tersebut, Iswar turut menyoroti kesiapan Kota Semarang sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran Nasional XXXI yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026. Ajang berskala nasional itu diproyeksikan mendatangkan ribuan peserta dan tamu dari berbagai daerah.

Pemerintah kota berharap perhelatan tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kuliner, perhotelan, serta jasa perjalanan.

“Kepada seluruh elemen masyarakat, mari dukung persiapan MTQ agar menjadi momentum menunjukkan Semarang sebagai kota religius, ramah, dan menjunjung tinggi toleransi,” kata Iswar. (PH)

Total Views: 215

Pos terkait