Video Pemilik Warung Nangis Histeris Kembali Beredar di Medsos, Kades Kaladawa: Masalah Itu Sudah Diselesaikan Kekeluargaan

Kepala Desa Kaladawa, H. Taslikhin, berserta Pemilik Warung Suheni, usai Musyawarah Klarifikasi. (Foto: Dokumentasi)

TEGAL, Jurnalterkini.id – Rekaman video pemilik warung menangis histeris karena warungnya dibongkar, kembali beredar di media sosial (Medsos). Video berdurasi sekitar 23 detik di unggah oleh akun facebook bernama Mirza Khunaefi dan sejumlah akun FB serta Tiktok.

Dalam video tersebut terekam, Suheni, warga Desa Kaladawa, Kecamatan Talang, menangis histeris kecewa dengan keputusan H. Taslikhin, selaku Kepala Desa (Kades) Kaladawa yang akan membongkar warung miliknya.

Dengan adanya rekaman video tersebut kembali beredar, H. Taslikhin selaku Kades merasa dirugikan. Masalahnya, pembongkaran warung tersebut terjadi pada tahun 2023 dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Hal tersebut diungkapkan oleh H. Taslikhin saat dikonfirmasi Jurnalterkini.id, Kamis (19/02) di ruang kerjanya.

“Saya kaget lho kok rekaman video tersebut muncul lagi. Masalah kan sudah lama dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan karena adanya kesalahpahaman pemilik warung dengan Pemerintah Desa,” terang H. Taslikhin.

Diceritakan H. Taslikhin, bahwa pembokaran 23 warung itu resmi peraturan dari PSDA Provinsi, bahkan sebelum eksekusi pembongkaran juga sudah dilaksanakan sosialisasi.

“Itu resmi peraturan PSDA Provinsi, bukan program Pemerintah Desa, tapi ketika akan dilaksanakan pembongkaran salah satu pemilik warung, yakni Suheni merasa kecewa hingga menangis histeris sampai mengeluarkan ucapan seronoh,” ungkap H. Taslikhin.

Tidak sampai disitu, H. Taslikhin juga mengungkapkan, pasca pembongkaran dan beredarnya video dimedia sosial, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Kaladawa mengundang yang bersangkutan untuk dilaksanakan klarifikasi musyawarah.

Berita Acara Hasil Musyawarah

Dari hasil musyawarah tersebut muncul sebuah berita acara yang telah disepakati oleh beberapa pihak (red. Foto Berita Acara) dan konflik pembongkaran warung milik Suheni berakhir secara kekeluargaan.

“Tiba-tiba beredar lagi rekaman video pemilik warung itu, padahal pemilik warung atas nama Suheni sudah meminta maaf atas kekhilafannya, sehingga lepas kontrol teriak-teriak sambil mengeluarkan kata-kata seronoh,” imbuh H. Taslikhin kepada Jurnalterkini.id.

H. Taslikhin, selaku Kepala Desa (Kades) Kaladawa berharap, dengan beredarnya kembali rekaman video yang diunggah oleh akun Facebook atas nama Mirza Khunaerfi dan sejumlah akun FB serta Tiktok, diharapkan masyarakat tidak melihat sisi sepihak.

Reporter : Supriyadi

Total Views: 2581

Pos terkait