Jadi, lanjut Hendra lagi, selama bulan Januari 2026, ada 32 titik kebakaran dan 20 titik dilakukan evakuasi. Kebanyakan terjadinya kebakaran pada siang hari. Sementara di tahun 2025 lalu, terjadi kebakaran mencapai 132 titik lokasi.
Selain itu pihaknya juga melakukan evakuasi hewan yang mengganggu kenyamanan masyarakat, seperti evakuasi sarang tawon 70 titik, sarang lebah ada 32 titik, ular ada 118 titik yang paling banyak. Kemudian, biayak ada 32 titik, pohon tumbang ada 8 titik dan cincin ada 11 titik.
” Saya himbau kepada masyarakat, agar sama-sama menjaga lahan agar tidak terjadi kebakaran. Masih didominasi kebakaran lahan yang mencapai 111 titik, kemudian kebakaran hutan lindung 3 titik dan kebakaran bangunan 8 lokasi, serta kaaran lainnya ada 10 titik,” pesannya.(*/rdi)





