TEGAL, Jurnalterkini.id – Banjir bandang disertai longsor kembali menghantam obyek wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Hujan deras yang mengguyur area wisata guci beberapa hari, mengakibatkan banjir bandang disertai longsor, Sabtu (24/02/2026).
Banjir bandang tersebut mengakibatkan tiga jembatan vital dikawasan guci terputus, diantaranya jembatan jedor, jembatan Kaligung (Pancuran 13), serta jembatan gantung (Pancuran 5). Ketiga jembatan tersebut merupakan penghubung antar objek wisata di Guci.
Menurut keterangan warga, dari hari Jumat (23/01) debit air meningkat dratis. Tiba tiba sekitar pukul 16.00 wib terdengar suara gemuruh sebelum banjir bandang menerjang lokasi wisata.
“Awalnya cuma terdengar suara gemuruh, tiba tiba air datang cukup besar,” ujar salah satu warga RT 04 RW 02 Desa Guci kepada awak media.
Pada Sabtu (24/01) dini hari, pukul 02.00 WIB ketinggian air mencapai 7 meter, membuat jembatan tidak mampu menahan hantaman air bercampur lumpur sehingga jembatan tersebut terputus.
“Banyu munggah cepet banget, akibate jembatan kanggo biasa liwat wisatawan ora kuat nahan arus banjir. (Air naik cepat, sehingga jembatan yang biasa di lewati wisatawan tidak kuat menahan arus),” ujar salah satu warga dengan logat bahasa Tegal.
Banjir bandang ini tidak hanya menerjang pancuran 13 dan pancuran 5 namun juga mengakibatkan fasilitas wisata rusak parah, dan sejumlah kios pedagang ikut terbawa arus.
Keadaan cuaca yang cukup memprihatinkan membuat warga Guci dalam kecemasan, mereka khawatir banjir bandang dan longsor susulan kembali terjadi.
“Aku khawatir mas, ana susulan banjir bandang garo longsor, karena cuaca kaya kiye. (Saya khawatir akan ada susulan banjir bandang disertai longsor karena cuaca seperti ini),” pungkas salah satu warga Guci.
Reporter : Supriyadi





