Dharmasraya, JurnalTerkini.id – Menjawab pandangan fraksi DPRD, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menegaskan bahwa Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026 dirancang sebagai instrumen pembangunan yang berpihak pada rakyat.
APBD ini akan memprioritaskan penurunan kemiskinan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Pemerintah daerah mengintegrasikan kebijakan sosial dengan penguatan ekonomi lokal. Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya ditujukan untuk menanggulangi stunting, tetapi juga dikelola sebagai motor penggerak ekonomi.
Diperkirakan, jika pasokan bahan pangan MBG diserap dari petani, peternak, dan UMKM Dharmasraya, perputaran uang di daerah dapat mencapai Rp31,6 miliar per bulan, atau Rp380 miliar per tahun.
Untuk menjamin kemandirian pasokan pangan dan menahan potensi uang masyarakat sebesar Rp600 miliar yang selama ini keluar daerah, pemerintah menjalankan program One Village One Product (OVOP). Program ini memfokuskan delapan komoditas strategis (ayam KUB, sapi, ikan, jagung, telur, beras, kambing, dan pakan) sambil memberdayakan pemuda desa dan mendorong hilirisasi pangan lokal.
Selain sektor pangan, transformasi pendidikan juga menjadi fokus dengan mengedepankan pemerataan akses teknologi dan jaringan digital, selain penyediaan fasilitas fisik.





