Fokus utama kegiatan adalah membahas progres intervensi gizi spesifik dan sensitif, serta strategi percepatan untuk mencapai target nasional prevalensi stunting sebesar 14 persen.
Firmansyah menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan di lapangan. “Kita tidak cukup hanya menerima laporan. Harus ada monitoring dan evaluasi rutin yang benar-benar dijalankan,” tegasnya.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menyatukan langkah dan memperkuat komitmen, memastikan hasil rapat ini diimplementasikan secara konkret.
“Bukan hanya angka kemajuan yang penting, tetapi juga manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutup Firmansyah. (*/ms)





