Pj Sekda Kota Semarang, Budi Prakoso, meninjau penumpukan sampah di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang./Dok.Foto Ist.(juranalterkini.id/Ponco)
Semarang, jurnalterkini.id — Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat menangani persoalan penumpukan dan pembakaran sampah liar di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang. Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Semarang, Budi Prakosa, bersama jajaran camat dan perangkat wilayah, turun langsung ke sejumlah titik rawan untuk melakukan peninjauan.
Langkah ini merupakan respons atas keluhan warga dan sorotan di media sosial terkait keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar serta aktivitas pembakaran sampah yang dinilai mengganggu kenyamanan dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan.
“Kami tidak ingin menutup mata. Penanganan sampah adalah tanggung jawab bersama, dan Pemkot Semarang bertanggung jawab mencari solusi, baik jangka pendek maupun panjang,” kata Budi Prakosa saat ditemui, Selasa, 29 Juli 2025.
Budi mengungkapkan bahwa lokasi pembakaran sampah yang sempat viral berada di luar wilayah administratif Kota Semarang. Namun karena dampaknya dirasakan warga, pemerintah kota tetap memberi perhatian serius terhadap permasalahan tersebut.
Ia juga menginstruksikan Camat Tembalang untuk memastikan tidak ada TPS ilegal maupun pembakaran sampah liar di dalam wilayah administrasi Kota Semarang.
Lebih lanjut, Budi meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang untuk berkoordinasi dengan DLH Provinsi Jawa Tengah guna menangani masalah lintas wilayah. “Permasalahan ini tidak bisa diselesaikan satu daerah saja,” ujarnya.
Sebagai langkah cepat, Pemkot akan mengoptimalkan pengangkutan sampah mulai dari rumah tangga hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, serta mengevaluasi sistem distribusi dan pengelolaan sampah di kawasan Rowosari.
Pemkot juga mempertimbangkan pembentukan posko pengaduan cepat tanggap di tingkat kelurahan agar warga dapat melaporkan keberadaan TPS liar atau pelanggaran lainnya secara langsung. Selain itu, Camat Tembalang diminta segera mencari lokasi TPS kontainer yang lebih aman dan representatif.
Pemkot berharap langkah-langkah ini tidak hanya menjadi solusi sementara bagi Rowosari, tetapi juga menjadi model penanganan masalah sampah di wilayah lain yang berpotensi menghadapi persoalan serupa.(PH)






