Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di ibukota Jawa Tengah menggelar aksi demonstrasi di depan Kodim 0733/Semarang, Kamis (9/4/26)./Dok.Foto.Day.BJ.(jurnalterkini.id/Ponco)
Semarang, jurnalterkini.id — Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang menggelar demonstrasi di depan Markas Kodim 0733/Semarang, Kamis, 9 April 2026. Aksi ini menyoroti kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus serta mengkritik keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di sektor sipil.
Berdasarkan pantauan di lokasi, massa tiba sekitar pukul 15.15 WIB. Mereka langsung menggelar orasi secara bergantian dari atas mobil komando. Dalam aksinya, mahasiswa menuntut keadilan bagi korban penyiraman air keras dan mempertanyakan proses hukum yang tengah berjalan, khususnya karena ditangani melalui peradilan militer.
Seorang orator dari Universitas Diponegoro menyatakan kekhawatiran bahwa pelaku, yang diduga berasal dari unsur militer, tidak akan mendapatkan hukuman setimpal. Ia menilai proses di pengadilan militer cenderung tertutup dan minim pengawasan publik.
“Kami menuntut transparansi. Jangan sampai pelaku lolos dari hukuman yang adil hanya karena diproses di peradilan militer,” ujar dia dalam orasinya.
Massa aksi juga berulang kali meneriakkan tuntutan agar TNI kembali fokus pada fungsi utamanya di bidang pertahanan. “Kembalikan TNI ke barak,” teriak peserta aksi, disambut sorak-sorai.
Mahasiswa Universitas Negeri Semarang, Septia Linasari, mengatakan demonstrasi ini tidak hanya berfokus pada kasus Andrie Yunus. Menurut dia, aksi tersebut juga merupakan bentuk kritik terhadap meningkatnya keterlibatan militer dalam urusan sipil.
Ia mencontohkan sejumlah program pemerintah yang melibatkan TNI, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penempatan personel militer dalam jabatan sipil. “Kami menilai ini berpotensi merusak demokrasi karena militer masuk ke ranah sipil,” kata Septia.
Selain itu, massa mendesak Mahkamah Konstitusi untuk mengkaji ulang regulasi terkait penanganan tindak pidana umum yang melibatkan anggota militer. Mereka menilai perlu ada mekanisme peradilan yang lebih terbuka agar menjamin keadilan bagi masyarakat sipil.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Setelah menyampaikan aspirasi di depan Kodim 0733/Semarang, massa kemudian bergerak menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah untuk melanjutkan demonstrasi.(PH)





