kegiatan Istighotsah dan Pengajian dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriyah,.di Pendopo Satya Bhakti Praja dan dihadiri sekitar 500 peserta dari berbagai kalangan./Dok.Foto.MNS.(jurnalterkini.id/Ponco)
Demak, jurnalterkini.id — Pemerintah Kabupaten Demak bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Demak menggelar kegiatan Istighotsah dan Pengajian dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriyah, Kamis (26/6/2025) malam. Acara ini berlangsung khidmat di Pendopo Satya Bhakti Praja dan dihadiri sekitar 500 peserta dari berbagai kalangan.
Hadir dalam kegiatan tersebut tokoh-tokoh agama, jajaran Forkopimda, pengurus organisasi kemasyarakatan, perangkat daerah, serta masyarakat umum. Acara ini sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Yang istimewa, kegiatan ini juga diwarnai dengan penyaluran santunan kepada anak yatim dan anggota GNOTA (Gerakan Nasional Orang Tua Asuh) yang difasilitasi oleh Baznas Kabupaten Demak. Santunan tersebut menjadi wujud nyata solidaritas dan perhatian pemerintah serta masyarakat terhadap kelompok yang membutuhkan, khususnya dalam menyambut bulan mulia, Muharram.
Acara yang digelar pada malam Jumat Kliwon ini turut menghadirkan para ulama terkemuka, antara lain KH. Shobirin, S.Ag., M.Ag., KH. Dr. Ahmad Ghozali Ihsan, M.Si., KH. Dr. Muhammad Asyiq, KH. M. Zainal Arifin Ma’shum, dan KH. Abdul Rosyid.
Dalam tausiyahnya, Ketua Umum MUI Demak, KH. Ahmad Ghozali Ihsan, menekankan makna hijrah sebagai proses transformasi spiritual dan moral.
“Hijrah adalah perjalanan spiritual. Rasulullah SAW tidak hanya berpindah dari Makkah ke Madinah, tetapi membawa umat menuju perubahan besar dalam peradaban dan akhlak,” ujarnya.
Ia juga mengulas sejarah penetapan kalender Hijriyah dan bagaimana peristiwa hijrah menjadi titik awal terbentuknya sistem penanggalan Islam yang sarat nilai historis dan spiritual.
Dengan mengusung tema “Memperkokoh Ukhuwah untuk Demak Semakin Bermartabat, Maju, dan Sejahtera”, acara ini tidak sekadar diisi dengan doa dan ceramah, melainkan juga menjadi ajang memperkuat solidaritas sosial.
Plh. Bupati Demak, Badruddin, menegaskan bahwa ukhuwah atau persaudaraan adalah fondasi sosial yang sangat penting dalam proses pembangunan daerah.
“Tanpa ukhuwah, pembangunan kehilangan ruhnya. Kita perlu sinergi, gotong royong, dan saling percaya untuk menjadikan Demak lebih baik,” tegasnya.
Ia juga mengutip Surat Al-Hujurat ayat 10, yang menyatakan bahwa sesama mukmin adalah bersaudara, sehingga menjaga kerukunan menjadi bagian dari tanggung jawab keimanan.
Momentum Tahun Baru Islam ini dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian sosial. Para ulama pun menekankan bahwa bulan Muharram adalah waktu yang penuh kemuliaan, saat terbaik untuk membuka hati dan tangan bagi sesama.
“Di tahun baru ini, mari kita buka hati dan ulurkan tangan untuk mereka yang membutuhkan. Karena sejatinya, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,” pungkas Gus Bad.(PH)






