Meranti (Jurnal) – Puluhan perwakilan masyarakat Desa Maini Darul Aman Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (19/8) mendatangi Gedung DPRD Jalan Dorak Selatpanjang untuk kesekian kalinya mendesak agar kepala desanya dipecat.
Karena diduga telah melakukan penyalahgunaan wewenang terkait penggunaan anggaran desa serta jabatanya.
Adapun kepala Desa Maini Darul Aman bernama Suhada Akum dilaporkan warganya melalui surat pernyataan yang disampaikan kepada Pemda Meranti, lembaga legislatif dan aparat hukum, bahwa kinerjanya tidak transparan dalam penggunaan anggaran keuangan desa.
Di antaranya penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) yang tidak tuntas pada tahun 2013, selain itu, Suhada Akum sang kades juga diduga telah memotong gaji aparat desa secara sepihak tanpa musyawarah.
Kemudian, mengangkat aparaturnya tanpa musyawarah dengan pihak-pihak terkait, di sampaikan juga oleh masyarakat bahwa Suhada diduga menggelapkan beras miskin, selain mengklaim aset desa menjadi milik pribadi. Ia juga dianggap tidak pernah mempedulikan usulan masyarakat luas.
Kepala Desa Suhada Akum tidak pernah melayani masyarakat terkait pelayanan yang dibutuhkan masyarakat, karena selain jarang di tempat, ia juga tidak pernah melakukan musyawarah desa terkait permasalahan warganya, kata warga dalam tuntutannya.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Meranti Dedi Putra, SHi saat dengar pendapat dengan masyarakat menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut. Selain itu, ia juga akan memanggil pihak-pihak terkait.
“Mereka inginkan kesejahteran dan tidak menginginkan sesuatu yang buruk terjadi di desa mereka seperti yang mereka sampaikan tadi kepada kami. Jadi kami selaku pembuat UUDdesa tidak mungkin melepaskan masalah ini. Apa yang mereka lakukan sudah benar. Mereka juga sudah melaporkan hal ini kepada perangkat desa yang lain,” kata Dedi.
Dedi Putra menambahkan, “Kalau memang tidak bisa diselesaikan pada perangkat desa, tidak salah mereka mendatangi kami, kami akan tanggapi dan coba menjembatani dengan memanggil instansi terkait, dalam hal ini kami akan bentuk tim penyelesaian masalah ini,” pungkas Dedi. (Isk)





