Perang Saudara di Suriah: Setengah Juta Lebih Tewas
Assad dituduh melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan selama perang saudara di negara itu, termasuk serangan senjata kimia tahun 2013 di pinggiran Damaskus.
Lebih dari setengah juta warga Suriah tewas dalam perang saudara itu, sementara sedikitnya setengah juta orang dan konflik tersebut menyebabkan setidaknya setengah dari populasi negara itu sebelum perang, yaitu 22 juta orang, terpaksa mengungsi.
Jatuhnya Assad mendorong banyak orang berkumpul dan merayakannya di Damaskus dan tempat lain.
Kelompok pemberontak menjebol penjara-penjara di mana pemerintah Assad menahan ribuan orang sebagai bagian dari tindakan keras mereka terhadap pemberontakan, yang dimulai pada tahun 2011 melawan pemerintahannya.
Fokus pada hari Senin terus berlanjut di penjara Saydnaya di luar Damaskus, di mana organisasi penyelamat “White Helmet” mengatakan telah mengerahkan tim khusus untuk mencari sel-sel bawah tanah yang berpotensi tersembunyi, di mana mungkin masih banyak orang yang ditahan.
Perpecahan di Suriah
Kejatuhan Assad berlangsung sangat cepat, dengan pemberontak merebut kota Aleppo, Hama dan Homs dalam hitungan hari ketika tentara Suriah tidak memberi perlawanan apapun. Kelompok pemberontak ini dipimpin oleh Hayat Tahrir al-Sham (HTS) yang berasal dari al-Qaeda dan dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika dan PBB.
Meskipun telah berhasil menggulingkan Assad, ada kelompok pejuang oposisi yang didukung Turki dan memerangi pasukan Kurdi yang bersekutu dengan AS di wilayah utara, dan juga kelompok ISIS masih terus berjuang di daerah-daerah terpencil.
Dengan mengutip sumber-sumber di Bank Sentral Suriah dan dua bankir komersial, Reuters melaporkan bank-bank Suriah akan dibuka kembali pada hari Selasa (10/12) dan para staf telah diminta untuk kembali ke kantor.
Kementerian Dalam Negeri yang mengelola badan kepolisian, telah dijarah massa yang marah. Para staf telah diminta untuk tidak masuk kerja dulu. Sejumlah pemberontak bersenjata berada di sana untuk menjaga ketertiban.
Sementara Kementerian Perminyakan meminta semua staf di sektor ini untuk kembali bekerja mulai hari Selasa, dan mengatakan akan menambah perlindungan untuk memastikan keselamatan mereka.
Perebutan kekuasaan oleh kelompok pemberontak pada hari Minggu mengakhiri perang yang menewaskan hampir setengah juta orang, menyebabkan salah satu krisis pengungsi terbesar di zaman modern dan hancurnya perekonomian akibat sanksi global. [voa]
Jaringan: VOA





