Campur Tangan Proksi Negara-negara Besar?
Dihubungi secara terpisah, Mohamad Rosyidin, pengamat hubungan internasional di Universitas Diponegoro mengatakan perang yang terjadi Suriah saat ini merupakan kelanjutan dari perang tahun 2011. Yang memperburuk situasi adalah karena campur tangan proksi negara-negara besar, di mana Rusia mendukung Assad, sementara Barat mendukung kelompok pemberontak.
Rosyidin memahami jika militer Amerika masih tetap bertahan di bagian timur Suriah mengingat sel-sel ISIS yang masih tersisa kemungkinan akan bangkit kembali untuk mengambil keuntungan dari jatuhnya rezim Assad. ISIS, tambahnya, dapat saja melakukan konsolidasi dan kemudian menjelma sebagai organisasi dalam bentuk lain. [voa]
Jaringan: VOA






