
Kisah saat remaja
Di hadapan warga kampung, Marlin menceritakan bagaimana kisahnya dulu, ketika hidup selayaknya remaja kala itu bersama teman-temannya di Baran II.
“Dulu, waktu kecil saya suka mandi di sungai pak Umar, disitu saya letak baju di atas pohon lalu mandi bersama kawan-kawan. Tapi saya dengar sudah tidak ada lagi sungainya, kemudian dulu disini saya suka makan nasi lemak pak Hamzah, itu pun juga sudah tidak ada lagi,” ujar Marlin.
Marlin memang tidak pernah melupakan tanah kelahirannya, ia mengaku sering kembali sekadar bertemu keluarga atau teman-temannya.
Mengingat, masa pendidikan Marlin memang dihabiskan 12 tahun di Karimun. Yakni, di SD Swasta Bakti Tugas, berlanjut ke SMP Meral dan terakhir di SMA 1 Karimun.
“Saya tidak akan pernah lupa pengalaman semasa SMA, dimana saat saya ketinggalan bus, saya bersama teman-teman pulang jalan kaki, bayangkan saja pulang dari Kapling menuju Baran jauh sekali,” kata Marlin





