Sementara itu, Kabid Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil DJBC Khusus Kepri Tutut Basuki yang hadir dalam kesempatan itu mengapresiasi ketelitian petugas di lapangan dalam menganalisa dan memprofile penumpang.
“Sebagaimana kita ketahui bahwa Bea Cukai Kepri khususnya di Tanjung Balai Karimun ini memiliki letak geografis yang sangat strategis dan sekaligus cukup rawan terhadap penyeludupan termasuk penyeludupan narkorba, sehingga perlu kolaborasi yang sangat erat antara bea cukai, kepolisian juga aparat penegak hukum lainnya dalam memantau masuknya barang-barang yang terlarang,” ujar Tutut.
Tutut Basuki menjelaskan bahwa tantangan kedepannya akan semakin berkembang dan bervariasi. “Hal ini juga dipengaruhi oleh letak geografis banyaknya pulau yang bisa disandari oleh kapal-kapal penyeludup dan lokasi kita berdekatan dengan negara tetangga, sehingga kita bersama-sama untuk berkolaborasi memberikan informasi dan menggagalkan penyedulupan kedepannya,” katanya.
Kolaborasi antara Bea dan Cukai bersama aparat penegak hukum sangat dipentingkan demi menjaga kelangsungan generasi muda di masa depan dengan menghindari serta menjauhi narkoba. (edy)





