Soal Peralatan BLK Karimun Disebut Jadul, Kadisnakertrans Kepri Beri Klarifikasi

Menaker Ida Fauziyah (4 kanan), Gubernur Kepri Ansar Ahmad (3 kanan), Bupati Karimun Aunur Rafiq (4 kiri), Ketua DPRD Karimun M Yusuf Sirat (3 kiri) dan pejabat lainnya menabuh kompang tanda peresmian Balai Latihan Kerja di Bati, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kamis (11/7/2024) sore. (jurnalterkini.id/jansen)
Menaker Ida Fauziyah (4 kanan), Gubernur Kepri Ansar Ahmad (3 kanan), Bupati Karimun Aunur Rafiq (4 kiri), Ketua DPRD Karimun M Yusuf Sirat (3 kiri) dan pejabat lainnya menabuh kompang tanda peresmian Balai Latihan Kerja di Bati, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kamis (11/7/2024) sore. (jurnalterkini.id/jansen)

Karimun, JurnalTerkini.id – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Mangara M Simarmata beri klarifikasi soal peralatan workshop Balai Latihan Kerja (BLK) Karimun yang disebut jadul atau tidak sesuai kebutuhan kerja.

Baca: FSPMI: Workshop BLK Karimun Jadul

Bacaan Lainnya

Mangara M Simarmata menyatakan pelatihan dan peralatan pelatihan yang dimiliki di BLK Karimun merupakan hibah dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) Republik Indonesia.

Peralatan tersebut, kata dia, merupakan peralatan untuk Pelatihan Vokasi kelas Welder 3G dengan peserta pelatihan sebanyak 16 orang.

Peresmian dan peninjauan pelatihan vokasi pada Balai Latihan Kerja (BLK) Karimun, dilakukan oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah pada Juni lalu, sekaligus meresmikan BLK tersebut.

“Kita sangat berterima kasih kepada Bu Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia yang sudah berkenan meresmikan sekaligus meninjau Pelatihan Vokasi tersebut. Dengan diresmikannya Satpel BLK Karimun, menjadi harapan baru bagi pemuda di Karimun yang butuh pelatihan kerja untuk bisa masuk ke dunia kerja pada industri perkapalan, serta Oil and Gas di Kabupaten Karimun,” kata Kadisnakertrans Provinsi Kepri Mangara Simarmata dalam keterangan tertulisnya.

Selama ini, jelas dia, untuk mengisi kebutuhan tenaga Welder didatangkan dari daerah lain, maka saat ini pemuda lokal sudah bisa berlatih di Satpel BLK Karimun.

“Perlu kita ketahui bahwa lulusan pelatihan angkatan pertama sebanyak 16 orang, sudah diterima di salah satu perusahaan pmbuatan kapal tongkang PT. Berkah Esa Energi, artinya pelatihan ini sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan industri di Karimun,” katanya lagi.

Disnakertrans Provinsi Kepri, kata dia, pada tahun berikutnya akan menyiapkan anggaran pelatihan yang relevan sesuai kebutuhan industri di Karimun, yaitu Pelatihan Welder dan Listrik Otomasi. Karena 2 jenis pelatihan ini sangat dibutuhkan oleh industri perkapalan serta minyak dan gas.

“Pada pelatihan ini, kita menggunakan peralatan yang dihibahkan Kemnaker RI, alat tersebut termasuk peralatan pelatihan yang modern. Dimana alat tersebut sudah berbentuk modul satu kesatuan mulai dari ruang LAS, alat pengisap dan penyaring udara kotor,” tuturnya.

“Akhirnya udara kotor (asap hasil Las) disaring oleh alat penyaring, sehingga udara yang keluar dari mesin sudah bersih kembali (bebas asap). Oleh karena itu peralatan tersebut adalah peralatan modern yg sudah didesain sedemikian sehingga aman untuk digunakan,” katanya lagi.

Jenis industri di Kabupaten Karimun, lanjut Mangara Simarmata, adalah industri konstruksi kapal serta fabrikasi modul Oil and Gas Industry, maka kebutuhan pelatihan yang mendesak adalah Pelatihan Welder.

Apabila Industri di Karimun adalah Industri manufaktur, maka usulan pelatihan CNC (Computer Numerical Control) menjadi pertimbangan, karena kebutuhan tenaga operator CNC pada industri manufaktur cukup tinggi.

Gedung Satuan Pelaksana (Satpel) BLK Karimun dibangun 2021 sampai 2023 dan akhirnya pada Juni 2024 diresmikan oleh Menaker RI sekaligus peninjauan pelatihan perdana.

“Masyarakat Karimun, khususnya para pemuda yang butuh pelatihan agar memanfaatkan kesempatan ini untuk bisa mengikuti pelatihan yang diselenggarakan agar anak-anak tempatan sudah punya skil dan akhirnya bisa mendapat pekerjaan,” katanya panjang lebar. (rdi)

Total Views: 244

Pos terkait