Petani Sawit Indonesia: Penundaan Implementasi Regulasi Deforestasi Uni Eropa Tak Perlu

ILUSTRASI - Deretan truk terlihat di dekat perkebunan kelapa sawit di sebuah desa yang terletak dekat Ibu Kota Nasional Nusantara, di Sepaku, Kalimantan Timur, , 8 Maret 2023. (REUTERS/Willy Kurniawan)
ILUSTRASI - Deretan truk terlihat di dekat perkebunan kelapa sawit di sebuah desa yang terletak dekat Ibu Kota Nasional Nusantara, di Sepaku, Kalimantan Timur, , 8 Maret 2023. (REUTERS/Willy Kurniawan)

Berbagai Seruan Penundaan

Jerman menjadi negara terakhir yang menyerukan penundaan peluncuran pada bulan September, dengan mengatakan bahwa kondisinya belum memungkinkan agar undang-undang tersebut dapat diterapkan secara efisien.

Bacaan Lainnya

Brasil, Amerika Serikat, dan negara-negara lain di Asia, Afrika, dan Amerika Latin mengeluhkan bahwa aturan tersebut meningkatkan biaya produksi dan ekspor, terutama bagi petani kecil.

Yang lain keberatan bahwa, dengan hanya beberapa bulan tersisa, UE belum mengeluarkan pedoman kepatuhan yang dijanjikan serta sistem pembandingan yang jelas untuk membagi negara-negara ke dalam kategori risiko yang berbeda.

Komisi tersebut menanggapi kekhawatiran terakhir pada Rabu pekan lalu, dengan menerbitkan dokumen yang menurutnya akan memberikan kejelasan tambahan kepada perusahaan dan otoritas penegak hukum, serta metodologi yang akan digunakan untuk sistem pembandingan.

Sebagian besar negara di seluruh dunia akan diklasifikasikan sebagai “berisiko rendah”, katanya.

Total Views: 854

Pos terkait