Petani Sawit Indonesia: Penundaan Implementasi Regulasi Deforestasi Uni Eropa Tak Perlu

ILUSTRASI - Deretan truk terlihat di dekat perkebunan kelapa sawit di sebuah desa yang terletak dekat Ibu Kota Nasional Nusantara, di Sepaku, Kalimantan Timur, , 8 Maret 2023. (REUTERS/Willy Kurniawan)
ILUSTRASI - Deretan truk terlihat di dekat perkebunan kelapa sawit di sebuah desa yang terletak dekat Ibu Kota Nasional Nusantara, di Sepaku, Kalimantan Timur, , 8 Maret 2023. (REUTERS/Willy Kurniawan)

Perbedaan Pendapat

Nguyen Xuan Loi, pimpinan eksportir kopi Vietnam, An Thai Group, memuji penundaan tersebut sebagai “langkah positif”.

Bacaan Lainnya

“Pada kenyataannya, Vietnam telah mengelola masalah deforestasi dengan ketat,” katanya kepada AFP.

“Hampir tidak ada pelanggaran lag,” tambah dia.

Ada juga keringanan di beberapa sektor di Indonesia sebagai produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia, yang juga dikenal sebagai pendorong utama deforestasi.

“Seruan kami telah didengarkan,” kata Eddy Martono, ketua asosiasi minyak kelapa sawit kepada AFP.

Namun, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) mengatakan bahwa mereka “tidak dapat membayangkan seberapa banyak lagi pembukaan lahan atau deforestasi yang dapat disebabkan oleh penundaan satu tahun di Kalimantan Barat dan tempat-tempat lain seperti Papua”.

Total Views: 858

Pos terkait